Pesawaran, Lampung [DESA MERDEKA] – Desa Sumber Jaya di Kecamatan Way Ratai kini punya cara baru dalam memaknai potensi alam mereka. Tidak lagi sekadar dijual mentah, komoditas kopi dan kelapa di desa ini mulai disulap menjadi produk perawatan tubuh bernilai ekonomi tinggi. Transformasi ini diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui pelatihan pembuatan sabun kopi dan minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/VCO), Selasa (13/01/2026).
Langkah inovatif ini bertujuan untuk mendorong “hilirisasi” skala rumah tangga. Ketua Kelompok KKN ITERA, M. Zidni Ilman, menekankan bahwa warga harus mulai bergeser dari sekadar konsumen menjadi produsen produk turunan yang lebih menguntungkan.
“Desa ini punya bahan baku melimpah. Kami ingin mengajak warga, khususnya ibu-ibu, untuk menciptakan produk bernilai jual tinggi dari kopi dan kelapa yang ada di sekitar mereka,” ujar Zidni di Aula Kantor Desa Sumber Jaya.
Sains di Balik Sabun Kopi dan VCO
Pelatihan ini tidak hanya sekadar praktik, tetapi juga memadukan disiplin ilmu teknologi pangan dan kimia sederhana yang mudah diikuti warga. Para mahasiswa mengajarkan rahasia pembuatan sabun kopi yang memiliki fungsi eksfoliasi alami untuk mengangkat sel kulit mati.
Bahan-bahan yang digunakan meliputi campuran minyak kelapa murni, minyak zaitun, air, serta penggunaan soda api (NaOH) dengan prosedur keamanan ketat. Untuk memberikan aroma dan tekstur, ditambahkan bubuk kopi yang kaya antioksidan serta parfum kopi.
Selain sabun, mahasiswa juga membagikan teknik pembuatan VCO dengan metode pemanasan terkontrol. Teknik ini dipilih agar warga bisa menghasilkan minyak berkualitas tinggi yang tidak hanya sehat untuk dikonsumsi, tetapi juga menjadi bahan dasar kosmetik alami.
Respons Warga dan Visi Kemandirian Ekonomi
Kepala Desa Sumber Jaya, Hardidi, menyambut positif kehadiran mahasiswa ITERA. Menurutnya, ilmu praktis ini adalah jawaban bagi visi desa dalam mengembangkan usaha mikro berbasis sumber daya alam lokal. Ia optimistis produk hasil pelatihan ini bisa menjadi produk unggulan Desa Sumber Jaya di masa depan.
Antusiasme serupa datang dari peserta. Sukini (49), salah satu anggota PKK, mengaku terkesan karena kini ia memahami bahwa kopi tidak hanya untuk diseduh. “Ilmu baru ini sangat bermanfaat. Selama ini kopi cuma untuk minum, ternyata bisa jadi sabun yang laku dijual,” katanya.
Program ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya kelompok usaha produktif baru. Dengan keterampilan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi, masyarakat Desa Sumber Jaya memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.

Penulis Bekerja di Kementerian Desa PDTT RI Sebagai Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Desa di Kabupaten Pesawaran


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.