Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 7 Jan 2026 17:52 WIB ·

Ketua DPRD Sumbar: Guru R4 dan R5 Haram Dirumahkan!


					Ketua DPRD Sumbar: Guru R4 dan R5 Haram Dirumahkan! Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Di tengah ketidakpastian nasib tenaga honorer secara nasional, Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, membawa angin segar bagi para pejuang pendidikan. Ia menegaskan komitmen harga mati bahwa tidak boleh ada tenaga pendidik kategori R4 dan R5 di Sumbar yang kehilangan pekerjaan atau dirumahkan pada tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai respons atas keresahan ribuan tenaga kependidikan yang statusnya masih menggantung. Muhidi menyatakan bahwa DPRD bersama Pemerintah Provinsi Sumbar terus mengawal persoalan ini hingga ke level kementerian. Fokus utamanya bukan sekadar soal status administrasi, melainkan memastikan keberlangsungan hidup para guru dan staf sekolah.

“Kami sudah menyurati dan mendatangi langsung KemenPAN-RB. Meskipun saat ini belum masuk skema PPPK Paruh Waktu, prioritas kami adalah tidak ada satu pun tenaga pendidik yang dirumahkan,” tegas Muhidi saat mengunjungi SMA Negeri 6 Padang, Selasa (6/1/2026).

Bukan Sekadar Status, Tapi Tentang Kemanusiaan
Sudut pandang DPRD Sumbar kali ini cukup progresif. Muhidi melihat bahwa guru, pegawai tata usaha, pustakawan, hingga penjaga sekolah kategori R4 dan R5 adalah tulang punggung operasional sekolah. Jika mereka diberhentikan secara massal karena kendala regulasi pusat, dunia pendidikan Sumbar dipastikan lumpuh.

Terkait isu gaji yang sering kali tersendat, Muhidi mengakui hal tersebut masih dalam tahap pembahasan teknis anggaran. Namun, ia menjanjikan bahwa hak-hak finansial para pendidik akan terus diupayakan sejalan dengan pengawalan status mereka.

Investasi Kapasitas Guru di Tahun 2026
Selain mengamankan posisi kerja, DPRD Sumbar juga telah mengetok anggaran khusus untuk program peningkatan kompetensi guru pada tahun 2026. Langkah ini bertujuan agar para guru tidak hanya aman secara status, tetapi juga semakin tajam dalam menghadapi tantangan sosial murid yang kian kompleks, seperti bahaya narkotika dan degradasi karakter.

Kepala SMAN 6 Padang, Haryanti, menyambut baik komitmen ini. Baginya, kehadiran pimpinan legislatif di sekolah memberikan suntikan motivasi bagi 74 guru dan tenaga kependidikan yang mengasuh 1.067 siswa di sekolah tersebut. “Kepastian status sangat kami butuhkan agar guru bisa fokus mencerdaskan siswa tanpa dibayangi rasa takut kehilangan pekerjaan,” ungkapnya.

Langkah “jemput bola” ke Jakarta dan jaminan tidak ada pemecatan ini menjadi bukti bahwa Sumatera Barat memilih jalan untuk melindungi aset SDM pendidikannya di tengah transisi regulasi pegawai pemerintah yang rumit.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kisah Alvin di Sekolah Rakyat Dharmasraya Bikin Haru

2 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Kisah Perjuangan Mahyeldi Bakar Semangat Siswa SRT Dharmasraya

2 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Sekolah Rakyat Dharmasraya Titik Balik Putus Rantai Kemiskinan

2 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Kolaborasi Anggota Dewan Dongkrak Penerima PIP SMKN Kletek

31 Juli 2026 - 20:39 WIB

Menatap Masa Depan Pendidikan Tinggi yang Berkeadilan

28 Juli 2026 - 19:24 WIB

Ironi SDN Nunfutu 1 Malaka Beratap Daun Gewang

28 Juli 2026 - 17:12 WIB

Trending di PENDIDIKAN