Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 3 Jan 2026 14:16 WIB ·

Viral Rekaman Suara Koordinator Pendamping Desa Sumut Diduga KKN


					Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sumatera Utara, Siddiq Suyatno Perbesar

Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sumatera Utara, Siddiq Suyatno

Medan, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] Media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman suara yang diduga melibatkan Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sumatera Utara, Siddiq Suyatno, dengan seorang wanita berinisial R. Rekaman tersebut memicu dugaan kuat adanya praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) dalam proses evaluasi serta rekrutmen Tenaga Ahli Pendamping Desa di wilayah Sumatera Utara.

Dalam rekaman yang beredar pada Jumat (2/1/2026), pria yang diduga Siddiq membahas rencana evaluasi pendamping desa untuk tahun anggaran 2026. Ia menyebut akan mengirimkan data induk kepada si wanita agar nama-nama tertentu diberikan tanda khusus untuk dipertahankan kontraknya, terutama di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.

Hal yang paling menyita perhatian publik adalah percakapan mengenai nominal tertentu. Wanita dalam rekaman tersebut terdengar menanyakan apakah besaran angka yang diduga sebagai “uang pelicin” atau sogokan masih tetap sama seperti sebelumnya.

Desakan Pengusutan dan Laporan ke Istana
Menanggapi skandal ini, Marjuddin Nazwar dari elemen masyarakat pendukung kebijakan Presiden, Ibu Prabu, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) di Sumatera Utara untuk segera bertindak. Ia menilai aroma KKN dalam rekaman tersebut sangat menyengat dan berpotensi merusak integritas program Kementerian Desa yang saat ini dipimpin oleh Menteri Yandri Susanto.

Nazwar juga menegaskan akan meneruskan temuan ini ke Istana Negara. Menurutnya, praktik semacam ini dapat menghambat jalannya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang fokus pada pembangunan dari pinggiran atau desa.

“Aparat harus segera mengungkap kebenaran rekaman ini. Kami akan lapor ke pusat karena hal ini mengganggu upaya membangun desa yang bersih dan transparan,” tegas Nazwar.

Bantahan Siddiq Suyatno: Sebut Video Dipelintir
Di sisi lain, Siddiq Suyatno memberikan klarifikasi resmi melalui pesan tertulis kepada para tenaga pendamping di Sumatera Utara. Ia membantah isi rekaman tersebut dan mengklaim bahwa artikulasi serta maksud pembicaraannya telah dipelintir oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Siddiq menegaskan tiga poin utama dalam klarifikasinya:

  • Isi video/rekaman tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan konteks pembicaraan yang sebenarnya.
  • Meminta para pendamping desa agar tidak terpengaruh oleh isu hoaks yang beredar.
  • Mengajak seluruh tim untuk tetap fokus bekerja secara profesional guna menyukseskan program pembangunan desa Presiden Prabowo.

Meskipun telah dibantah, publik tetap menuntut transparansi dan audit menyeluruh terhadap proses rekrutmen TPP (Tenaga Pendamping Profesional) di Sumatera Utara guna memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan program negara.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 144 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Trending di RAGAM