Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 30 Des 2025 20:02 WIB ·

Gubernur Mahyeldi: Sektor Pertanian Tulang Punggung Ekonomi Sumbar


					Gubernur Mahyeldi: Sektor Pertanian Tulang Punggung Ekonomi Sumbar Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi pilar utama perekonomian daerah dan sumber kehidupan bagi sebagian besar masyarakat. Mengingat peran vitalnya, ia meminta seluruh jajaran terkait untuk bekerja lebih serius, terarah, dan konsisten agar pembangunan di sektor ini benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani secara nyata.

Pesan tersebut disampaikan Mahyeldi dalam kegiatan Refleksi Sektor Pertanian Sumbar di Aula Kantor Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (Disbuntanhor), Selasa (30/12/2025). Menurutnya, keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sektor andalan ini harus ditandai dengan kebijakan yang tepat serta alokasi anggaran yang memadai.

“Sekitar 57 persen masyarakat Sumatera Barat menggantungkan hidup pada sektor pertanian, kehutanan, perikanan, kelautan, dan peternakan. Kontribusinya terhadap ekonomi daerah mencapai 22 hingga 23 persen. Jika kita tidak serius, sektor krusial ini tidak akan berjalan maksimal,” tegas Mahyeldi.

Optimalisasi Aset dan Pokok Pikiran DPRD
Selain anggaran, perhatian khusus juga diarahkan pada optimalisasi aset milik pemerintah daerah. Mahyeldi menyoroti banyaknya aset seperti balai benih dan lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara produktif. Ia memerintahkan setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk turun langsung ke lapangan guna menghidupkan kembali aset-aset yang mati suri agar memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi upaya penyelarasan pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD dengan kebutuhan riil petani. Sinergi ini dianggap penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan dinamika yang dihadapi petani di lapangan.

Fokus Pengembangan Komoditas Unggulan
Kepala Disbuntanhor Sumbar, Afniwirman, menyatakan siap menindaklanjuti arahan tersebut. Saat ini, pihaknya tengah fokus mengembangkan komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kelapa dalam, kakao, dan kopi. Khusus untuk komoditas kopi, Sumbar memiliki lahan seluas 30 ribu hektare yang potensinya masih bisa ditingkatkan.

“Tantangan kita saat ini adalah produktivitas dan kualitas. Melalui pelatihan dan dukungan sarana pascapanen, kita dorong agar nilai jual kopi meningkat signifikan. Kami terus mengawal agar setiap bantuan memberi dampak ekonomi langsung bagi petani,” jelas Afniwirman.

Menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan anggaran, Disbuntanhor berkomitmen memperkuat program kerja melalui penguatan sinergi pimpinan dinas dan Kepala UPTD di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Seribu Konten Kreator Siap Sulap Jateng Jadi Desa Wisata

29 April 2026 - 01:15 WIB

Rapor LKPJ Sumbar versi DPRD: Proyek Gagal dan Pendapatan Meleset

28 April 2026 - 20:40 WIB

Premanisme Berseragam Dishub Halmahera Selatan Coreng Wajah Birokrasi

28 April 2026 - 20:05 WIB

Otonomi Daerah Harus Jadi Mesin Sejahtera Rakyat Desa

28 April 2026 - 13:37 WIB

Otonomi Daerah: Jangan Sampai Desa Hanya Jadi Penonton

27 April 2026 - 13:09 WIB

Tambang Ilegal Hancurkan Desa: Gubernur Sumbar Desak Izin Rakyat

27 April 2026 - 09:05 WIB

Trending di PEMDA