Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 29 Apr 2026 01:15 WIB ·

Seribu Konten Kreator Siap Sulap Jateng Jadi Desa Wisata


					Seribu Konten Kreator Siap Sulap Jateng Jadi Desa Wisata Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Jawa Tengah sedang menyiapkan lompatan besar untuk menjadikan desa sebagai jantung pertumbuhan ekonomi pada 2027. Melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan lahirnya 1.000 desa wisata yang diperkuat oleh “pasukan digital” sebanyak 1.000 konten kreator lokal.

Strategi ini menempatkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tulang punggung baru daerah. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa promosi digital masif adalah kunci utama untuk menghubungkan potensi tersembunyi di pelosok desa dengan pasar global.

Desa Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pembangunan desa ke depan tidak lagi sekadar soal infrastruktur jalan, melainkan soal konektivitas narasi. Taj Yasin atau Gus Yasin menjelaskan, pembentukan 1.000 kampung wisata akan disinkronkan dengan penguatan ekonomi syariah dan program “Kecamatan Berdaya”. Langkah ini bertujuan mendekatkan layanan perlindungan serta pemberdayaan masyarakat langsung ke tingkat akar rumput.

“Kita siapkan 1.000 konten kreator untuk memperkuat promosi destinasi. Konsep pariwisata kita arahkan agar lebih inklusif, ramah muslim, serta nyaman bagi perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas,” ujar Gus Yasin dalam Musrenbang Jateng di Semarang, Selasa (28/4/2026).

Kemandirian Desa dan Reindustrialisasi Nasional
Inovasi Jateng yang keluar dari pola pikir lama mendapat acungan jempol dari Pemerintah Pusat. Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, memuji kemandirian fiskal Jawa Tengah yang kini menduduki peringkat ke-6 nasional. Menurutnya, Jateng telah berinovasi mengungkit ekonomi melalui sektor kreatif tanpa terus-menerus bertumpu pada dana pusat.

Menteri PPN RI/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menambahkan bahwa perpaduan antara Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan pariwisata desa akan menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat reindustrialisasi nasional. Dengan melibatkan berbagai forum strategis hingga kelompok disabilitas, perencanaan pembangunan 2027 dipastikan berjalan inklusif demi menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Trending di KABAR PEMDA