Pesawaran, Lampung [DESA MERDEKA] – Di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl), udara sejuk Desa Harapan Jaya di Kecamatan Way Ratai menyapa setiap pengunjung. Desa yang didiami oleh masyarakat dari berbagai suku ini tidak lagi hanya mengandalkan hasil bumi seperti kakao dan pala. Kini, namanya semakin berkibar sebagai “Pintu Gerbang Wisata Alam Gunung Pesawaran”, berkat keindahan “Nirwana” di puncaknya.

Pada Rabu (19/11/2025) lalu, babak baru pariwisata desa ini dimulai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Desa Harapan Jaya dan UPTD KPHK Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rahman. Kerja sama resmi ini mengukuhkan pengelolaan bersama atas jalur pendakian baru menuju “Puncak Nirwana” via Bukit Lantana.

“Saya tegaskan, seluruh aktivitas wisata di kawasan konservasi harus mengikuti aturan. Pendakian harus mengikuti SOP, mengutamakan keselamatan, dan tidak melanggar prinsip konservasi. Tidak boleh ada perburuan dan tidak boleh merusak alam,” tegas Ir. Eni Puspasari, S.Hut., M.Si., Kepala UPTD Tahura WAR, dalam sambutannya.

Komitmen keberlanjutan ini diamini oleh Kepala Desa Harapan Jaya, Susalit Cokro Aminoto. Ia menyambut kerja sama ini sebagai peluang besar untuk mengangkat potensi lokal. “MoU ini sah dan lengkap. Desa Harapan Jaya kini resmi memiliki jalur pendakian Puncak Nirwana via Bukit Lantana,” ungkapnya.
Dampak Ekonomi dan Semangat Baru
Antusiasme masyarakat terhadap Puncak Nirwana telah terlihat nyata. Sebuah unggahan video dari Dinas Pariwisata Pesawaran pada 7 Desember 2025 menunjukkan area parkir kendaraan roda dua di kaki bukit dipadati pendaki.
“Kami bersyukur melihat Puncak Nirwana semakin ramai. Hari ini (27/12/2025) terlihat jelas keramaian yang luar biasa, Ini adalah tanda bahwa masyarakat sudah semakin nyaman dan percaya dengan destinasi wisata alam yang kami kelola,” ujar Kepala Desa Susalit, merespons lonjakan pengunjung tersebut.
Pilar Ekonomi Tradisional yang Tetap Dibina
Di balik gegap gempita wisata, denyut nadi perekonomian tradisional Harapan Jaya sebagai bagian dari lumbung kakao Kabupaten Pesawaran terus diperkuat. Baru saja, pada Selasa (23/12/2025), Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyerahkan 50.000 batang bibit kakao unggul kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Way Ratai, sebagai bagian dari program peremajaan reguler seluas 50 hektare.
“Kakao masih menjadi komoditas unggulan sektor perkebunan di Kabupaten Pesawaran, Capaian ini menempatkan Pesawaran sebagai penghasil kakao terbesar di Provinsi Lampung,” jelas Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, dalam penyerahan bantuan tersebut.
Destinasi Wisata yang Kian Lengkap
Sebagai desa wisata yang telah terverifikasi dan pernah masuk 100 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, Harapan Jaya menawarkan lebih dari sekadar Puncak Nirwana. Desa ini juga mengembangkan destinasi lain seperti Air Terjun Sinar Tiga dan Bukit Lantana yang sudah lebih dulu populer. Fasilitas penunjang seperti area parkir, mushola, kamar mandi umum, dan kios souvenir juga telah disediakan.
Jalur Menuju Nirwana
Bagi yang ingin menikmati pesona Puncak Nirwana, aksesnya dimulai dari Desa Harapan Jaya. Perjalanan dapat dilanjutkan dengan transportasi roda dua menuju area Bukit Lantana, yang kemudian dilanjutkan dengan trekking pendakian kaki sekitar 45 menit menuju puncak. Pengunjung diimbau untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku, menjaga kebersihan, dan ikut melestarikan keindahan alam kawasan konservasi Tahura WAR.
Dengan harmoni antara pariwisata berkelanjutan dan penguatan pertanian, Desa Harapan Jaya tidak hanya membangun harapan dari puncak gunung, tetapi juga mengokohkan fondasi kesejahteraan dari kebun-kebun kakao warganya.
Info lebih lengkap : https://www.instagram.com/mtnirwana1681mdpl?igsh=ZnFkbmd5ZHd1eWY0

Penulis Bekerja di Kementerian Desa PDTT RI Sebagai Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Desa di Kabupaten Pesawaran


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.