Data Terbaru Bencana Hidrometeorologi Sumbar: 16 Daerah Terdampak, Korban Tewas Tembus 228 Jiwa
Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) hingga Minggu (7/12/2025) pukul 09.00 WIB, telah menimbulkan dampak serius, dengan total 228 orang dilaporkan meninggal dunia dan 98 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Bencana ini tercatat telah berdampak pada 16 kabupaten/kota dan 50 kecamatan di seluruh Sumbar, dengan total 247.402 jiwa masyarakat terdampak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, mengungkapkan bahwa data korban ini dihimpun dari Posko Terpadu Kebencanaan Provinsi Sumbar dan telah melalui proses verifikasi resmi dari instansi pengampu di daerah terdampak.
“Data ini bersumber dari laporan resmi kabupaten/kota terdampak dan telah melalui verifikasi instansi pengampu. Atas alasan itu, potensi biasnya menjadi kecil,” tegas Sekdaprov Sumbar di Padang, Minggu (7/12/2025).
Selain korban meninggal dan hilang, data menunjukkan sebanyak 20.604 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, dan 112 orang mengalami luka-luka.
Kabupaten Agam Catat Korban Terbanyak
Data Posko Terpadu Kebencanaan menunjukkan bahwa Kabupaten Agam menjadi daerah dengan jumlah korban jiwa tertinggi, mencatat 145 orang meninggal dunia dan 59 orang lainnya masih hilang. Konsentrasi korban jiwa juga tinggi di beberapa daerah lain:
- Kabupaten Agam: 145 meninggal, 59 hilang.
- Kota Padang Panjang: 18 meninggal, 34 hilang, 4 luka-luka.
- Kabupaten Padang Pariaman: 21 meninggal, 1 hilang, 5 luka-luka.
- Kota Padang: 11 meninggal, 2 luka-luka.
- Kabupaten Pasaman Barat: 4 meninggal, 3 hilang, 1 luka-luka.
Arry Yuswandi, yang juga ex officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumbar, menambahkan bahwa dari 16 daerah yang terdampak, terdapat tiga daerah yang nihil korban manusia, yaitu Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Limapuluh Kota.
Data Pengungsi dan Kerugian Materil
Secara total, jumlah masyarakat yang terdampak mencapai 247.402 jiwa. Daerah yang mencatat jumlah masyarakat terdampak tertinggi antara lain Kabupaten Pesisir Selatan (67.875 jiwa), Kabupaten Pasaman Barat (59.959 jiwa), dan Kabupaten Solok (34.946 jiwa).
Upaya penanganan pengungsi terus dilakukan, dengan jumlah pengungsi mencapai 20.604 orang, terbanyak berada di:
- Kabupaten Pasaman Barat (4.627 orang)
- Kabupaten Tanah Datar (4.809 orang)
- Kabupaten Solok (2.592 orang)
Sekdaprov menegaskan bahwa Pemprov Sumbar berkomitmen untuk menjaga transparansi data dan memastikan masyarakat dapat mengakses informasi terkini.
“Data terbuka untuk umum dan akan diperbaharui petugas di posko terpadu setiap pukul 09.00 WIB dan 21.00 WIB,” jelasnya. Masyarakat dapat memantau informasi sementara tentang dampak bencana hidrometeorologi melalui Website Dashboard Satu Data Bencana Pemprov Sumbar.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.