Mendes PDT Yandri Susanto Tegaskan Narkoba Darurat, Ajak Desa Jadi Ujung Tombak Pemberantasan
Maros, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, bersama Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Farida Farichah, secara resmi mendeklarasikan program Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar) untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Deklarasi ini dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan Saba Desa yang dihelat oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih di gedung serbaguna Pemerintah Kabupaten Maros, Selasa (2/12/2025).
Dalam sambutannya, Mendes Yandri menegaskan bahwa Indonesia kini berada dalam status darurat narkoba. Ia membeberkan data mengejutkan yang menunjukkan bahwa peredaran uang dari transaksi narkoba di Indonesia mencapai angka fantastis, yakni lebih dari Rp500 triliun setiap tahunnya.
“Program Desa Bersinar ini sangat penting, karena narkoba sudah darurat di Indonesia. Uang yang beredar dari transaksi narkoba itu lebih dari Rp500 triliun dan lari ke luar negeri. Kerugian kita tidak hanya dari segi fiskal, tetapi juga kerugian besar dari sisi sumber daya manusia,” ungkap Yandri Susanto dengan nada prihatin.
Desa Garda Terdepan Penyelamat Anak Bangsa
Mendes Yandri juga menyoroti dampak sosial yang masif akibat penyalahgunaan narkoba, yang telah menelan jutaan korban di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta agar para Kepala Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjadi ujung tombak dan garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di tingkat akar rumput.
“Sudah banyak, sudah jutaan yang jadi korban. Saya minta Kepala Desa jadi ujung tombak bersama BPD. Sekali lagi, Sulsel harus menjadi contoh desa bersih narkoba,” sambungnya, menantang Pemerintah Desa di Sulsel untuk menjadi teladan nasional.
Mantan Wakil Ketua MPR RI ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program Desa Bersinar, menjadikan narkoba sebagai musuh bersama karena dinilai sangat merugikan anak bangsa dan merusak peradaban. Yandri berharap, melalui sinergi ini, tindakan-tindakan yang merusak kehidupan sosial dan peradaban anak cucu bangsa dapat dicegah mulai dari tingkat desa.
Dalam konteks strategis, Desa Bersinar merupakan upaya terintegrasi untuk memperkuat ketahanan sosial desa terhadap ancaman narkoba, melindungi potensi generasi muda, dan memastikan alokasi dana desa benar-benar digunakan untuk peningkatan kesejahteraan, bukan tergerus oleh masalah sosial dan kriminal. Program ini menekankan pada upaya pencegahan melalui sosialisasi, edukasi, dan aktivasi peran kelembagaan desa.
Acara deklarasi ini turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Ashabul Kahfi, Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Muhammad Zainul Muttaqien, Kepala BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik, jajaran Bupati se-Provinsi Sulawesi Selatan, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Selatan.
Di sela-sela kegiatan, Mendes Yandri juga memberikan penghargaan kepada Bupati, Kepala Dinas, Kepala Desa, dan Badan Permusyawaratan Desa terbaik se-Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan inovasi dalam pembangunan desa.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.