Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 30 Nov 2025 16:08 WIB ·

Update Bencana Sumbar: Korban Meninggal Capai 129, Padang Panjang Alami Kenaikan Signifikan


					Update Bencana Sumbar: Korban Meninggal Capai 129, Padang Panjang Alami Kenaikan Signifikan Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Jumlah korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) sejak 21 November 2025 terus bertambah. Hingga Minggu (30/11) pukul 09.00 WIB, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar merilis data terbaru yang mencatat 129 orang meninggal dunia dan 86 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan signifikan jumlah korban di salah satu daerah terdampak. “Perubahan jumlah korban paling signifikan ada di Kota Padang Panjang. Jika laporan sebelumnya hanya 7 orang meninggal dan tidak ada korban hilang, kini jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 21 orang dan 32 hilang,” ujar Sekda Arry Yuswandi di Padang, Minggu (30/11/2025).

Agam Jadi Wilayah dengan Korban Terbanyak
Arry Yuswandi menjelaskan bahwa data ini dihimpun berdasarkan laporan resmi dari 16 kabupaten/kota terdampak bencana banjir bandang, longsor, dan galodo. Dari total daerah tersebut, terdapat delapan daerah yang melaporkan adanya korban jiwa atau orang hilang.

Berdasarkan data yang masuk, Kabupaten Agam masih menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak.

“Hingga saat ini, jumlah korban terbanyak ada di Kabupaten Agam, dengan 87 korban meninggal dan 76 orang masih dalam pencarian,” jelas Arry.

Sebaran korban per kabupaten/kota menunjukkan dampak bencana yang merata di sejumlah wilayah Sumbar.

Berikut rincian sebaran korban jiwa dan hilang di delapan daerah terdampak:

  • Kabupaten Agam: 87 meninggal, 76 hilang
  • Kota Padang Panjang: 21 meninggal, 32 hilang
  • Kota Padang: 10 meninggal, 0 hilang
  • Kabupaten Padang Pariaman: 7 meninggal, 2 hilang
  • Kabupaten Tanah Datar: 2 meninggal, 1 hilang
  • Kabupaten Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang
  • Kota Solok: 1 meninggal, 0 hilang
  • Kabupaten Pesisir Selatan: 0 meninggal dunia, 1 hilang

Sekda Arry Yuswandi menambahkan bahwa delapan daerah lainnya, termasuk Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman, Kota Payakumbuh, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Solok, melaporkan nihil korban jiwa maupun orang hilang.

Sekda menegaskan bahwa perkembangan data korban, kerusakan, dan kebutuhan penanganan darurat akan terus diperbarui secara berkala dan transparan melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar. Data ini akan terus direkonsiliasi dengan kondisi terbaru di lapangan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 92 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Desa Go Global: Menembus Pasar Dunia Lewat Literasi Karantina

13 Mei 2026 - 06:00 WIB

Ekspor Bumbu Jadi: Cara Desa Berhenti Jual Barang Mentah

12 Mei 2026 - 19:21 WIB

Trending di PEMERINTAHAN