Banjir dan Longsor Terjang Sumut: 9 Warga Meninggal, 65 Titik Bencana di 8 Kabupaten/Kota
Medan, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] – Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor dengan intensitas tinggi melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan sedikitnya 9 korban jiwa meninggal dunia. Data sementara dari Polda Sumut mencatat total 65 kejadian bencana yang tersebar di delapan kabupaten/kota, meliputi 38 titik longsor dan 24 lokasi banjir.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut, Komisaris Besar Ferry Walintukan, dalam keterangan tertulis pada Rabu, 26 November 2025, mengungkapkan dampak signifikan dari bencana ini.
“Data sementara mencatat 4 korban meninggal dunia di Kabupaten Tapanuli Tengah dan 5 korban meninggal di Kota Sibolga,” jelas Kombes Ferry.
Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 2.543 Kepala Keluarga (KK), dengan 445 di antaranya terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Selain korban jiwa dan pengungsi, dilaporkan sejumlah badan jalan terputus akibat timbunan material longsor, menghambat akses dan penanganan darurat.
Fokus Korban Jiwa di Tapteng dan Sibolga
Dampak terparah akibat bencana alam ini terpusat di dua wilayah: Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, tercatat 8 titik longsor dan 10 titik banjir. Kombes Ferry Walintukan menyebutkan 4 warga dipastikan meninggal dunia, sementara 3 orang lainnya dilaporkan masih tertimbun material longsor dan dalam proses pencarian.
Kondisi serupa terjadi di Kota Sibolga, di mana longsor melanda 6 titik. Bencana ini merenggut 5 korban jiwa, melukai 3 orang, dan 4 warga lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dalam pencarian.
Akses Lumpuh di Tapanuli Selatan, Bantuan Terhambat
Laporan mengenai korban jiwa juga datang dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), khususnya di Kecamatan Batang Toru. Kepala Puskesmas Batang Toru, Elida Batubara, mengonfirmasi data sementara korban meninggal akibat banjir bandang di kecamatan tersebut berjumlah 6 orang. Elida memperkirakan masih ada korban lain yang belum ditemukan. Identitas enam korban yang teridentifikasi adalah Selvi, Tiurmeli Manalu bersama suaminya, Nurhafizah, Ros Siregar, dan satu jenazah belum teridentifikasi.
Sementara itu, warga setempat, Azis Hasibuan, melaporkan bahwa kondisi di tiga desa di Batang Toru—yaitu Garoga, Desa Huta Godang, dan Desa Aek Ngadol—saat ini lumpuh total.
“Mayat korban banjir tidak dapat dimakamkan karena ketinggian air masih tinggi dan tidak dapat dilalui,” tutur Azis.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, menyatakan bahwa bantuan pangan dari Dinas Sosial dan BPBD Sumut sudah dibawa menuju lokasi bencana. Namun, bantuan Pemerintah Provinsi Sumut belum dapat mencapai lokasi yang terdampak banjir dan longsor lantaran akses jalan yang terputus dan tidak dapat dilalui. Upaya membuka akses dan mendistribusikan bantuan terus diupayakan untuk menjangkau ribuan KK yang terdampak.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.