Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 18 Nov 2025 20:41 WIB ·

Mahasiswa UNS Ajarkan Disiplin Finansial Kakeibo ke Ibu PKK Desa Sidoharjo


					Mahasiswa UNS Ajarkan Disiplin Finansial Kakeibo ke Ibu PKK Desa Sidoharjo Perbesar

Ajarkan Disiplin Finansial Ala Budaya Jepang untuk Tingkatkan Literasi Keuangan  Ibu – ibu PKK Desa Sidoharjo

Semarang, Jawa tengah [DESA MERDEKA] – Mahasiswa dari Pendidikan Administrasi Perkantoran berkolaborasi dengan Program Studi (Prodi) Sosiologi dan Antropologi melaksanakan program pengabdian masyarakat bertema “Kakeibo: Inspirasi Budaya Pencatatan Keuangan Melalui Warga Desa Sidoharjo.” Program inovatif ini dilaksanakan di Dusun Ledok, Desa Sidoharjo, Kecamatan Susukan, pelaksanaan pada tanggal 25 Oktober 2025, bertujuan untuk meningkatkan literasi dan disiplin keuangan di tingkat keluarga, khususnya para ibu-ibu PKK.

Melalui sinergi antar disiplin ilmu, program ini fokus pada pengenalan metode pengelolaan keuangan rumah tangga asal Jepang, Kakeibo, yang berarti “buku rekening rumah tangga”. Metode ini dikombinasikan dengan pembentukan budaya administrasi dan pencatatan yang tertib, disesuaikan dengan pola pengeluaran sosial masyarakat desa.

Kolaborasi Dua Ilmu dalam Pengelolaan Finansial
Sinergi ini menempatkan peran kedua prodi secara strategis. Mahasiswa Administrasi Perkantoran bertanggung jawab pada aspek teknis pencatatan dan administrasi, meliputi:

  • Menyusun format Buku Kakeibo Sidoharjo yang sederhana dan mudah diisi.
  • Memberikan pelatihan teknis pencatatan keuangan dan manajemen arsip rumah tangga.
  • Mengajarkan langkah-langkah evaluasi bulanan agar ibu-ibu dapat meninjau pengeluaran secara sistematis.
  • Sementara itu, peran mahasiswa Sosiologi dan Antropologi berfokus pada pendekatan budaya dan sosial, seperti:
  • Memahami pola pengeluaran berdasarkan kebiasaan sosial masyarakat lokal.
  • Menyesuaikan metode Kakeibo agar relevan dengan budaya lokal Sidoharjo.
  • Membangun pendekatan komunikasi yang tepat untuk mendorong perubahan perilaku finansial.

Pendekatan ini menggunakan metode pencatatan keuangan yang diajarkan tidak hanya akurat secara administrasi, tetapi juga realistis dan dapat diterapkan dalam konteks sosial ekonomi masyarakat desa.

Fokus Inti dan Praktik Pencatatan Digital
Dalam sesi pelatihan, ibu-ibu PKK diperkenalkan pada empat inti pencatatan Kakeibo, yaitu menetapkan jumlah pemasukan, menentukan target tabungan bulanan, mencatat seluruh pengeluaran harian berdasarkan kategori, dan melakukan evaluasi serta refleksi di akhir bulan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan simulasi pencatatan. Peserta juga diberikan keterampilan praktis dalam mengelola keuangan keluarga secara digital, efisien, dan akurat dengan mempraktikkan langsung penggunaan aplikasi “Catatan Keuangan”. Penggunaan aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital dan membantu peserta mencapai stabilitas finansial rumah tangga.

Banyak peserta yang mengaku baru menyadari bahwa pengeluaran kecil sehari-hari—mulai dari jajan anak, kebutuhan dapur mendadak, hingga biaya sosial desa—ternyata memiliki dampak signifikan terhadap kondisi keuangan bulanan mereka. Pemahaman ini menjadi titik balik penting dalam mengendalikan keuangan.

Target Jangka Panjang dan Keberlanjutan Program
Kolaborasi tiga prodi ini diharapkan membawa dampak jangka panjang berupa peningkatan disiplin dan kesadaran finansial di tingkat rumah tangga, menumbuhkan budaya administrasi yang rapi dalam keluarga, serta mengurangi pemborosan yang tidak perlu. Dampak akhirnya adalah membuka kesempatan usaha kecil yang dapat dibiayai dari tabungan keluarga.

Komitmen keberlanjutan program ditunjukkan oleh PKK Desa Sidoharjo yang berencana menjadikan metode Kakeibo sebagai materi tetap yang dibahas dalam setiap pertemuan bulanan. Sinergi antara kampus dan masyarakat ini menjadi contoh konkret bahwa inovasi sederhana seperti pencatatan keuangan dapat membawa dampak besar jika diterapkan dengan tepat dan melibatkan komunitas secara aktif. Program Kakeibo di Desa Sidoharjo ini sukses menunjukkan bagaimana ilmu administrasi dan ilmu sosial dapat bekerja bersama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 51 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Guru Samarinda Dilatih Menangkal Penipuan Finansial Digital

23 September 2026 - 23:37 WIB

Lepas 340 Penerima Beasiswa Sawit, Gubernur Mahyeldi : Jangan Sia-siakan Kesempatan

22 September 2026 - 10:45 WIB

Di Tengah Demam AI, Guru Sumbar Butuh Perlindungan

5 September 2026 - 14:24 WIB

Bangkit dari Bawah: Pemulihan Gempa Ngada Berbasis Desa

4 September 2026 - 21:07 WIB

Kelurahan Cipayung dan Paramadina Buka Ruang Kolaborasi Global

1 September 2026 - 14:21 WIB

Renovasi Kelas, Siswa SMA Cendana Boas Malaka Belajar di Luar

31 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Trending di PENDIDIKAN