Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 16 Nov 2025 22:09 WIB ·

Sumbar Siap Jadi Episentrum Gerakan Wakaf Produktif Indonesia


					Sumbar Siap Jadi Episentrum Gerakan Wakaf Produktif Indonesia Perbesar

Mahyeldi: Wakaf Adalah Instrumen Ekonomi, Bukan Sekadar Wacana

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menegaskan kesiapan Sumbar untuk menjadi episentrum (pusat) gerakan wakaf di Indonesia. Penegasan ini disampaikan Mahyeldi saat menutup resmi Konferensi Wakaf Internasional 2025 di Hotel Truntum Padang pada Minggu, 16 November 2025.

Mahyeldi menekankan bahwa Konferensi Wakaf Internasional selama dua hari tersebut telah menghasilkan berbagai gagasan luar biasa. Menurutnya, wakaf harus dipandang lebih dari sekadar ibadah sosial, melainkan sebagai instrumen ekonomi kuat yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Kita telah menyaksikan berbagai gagasan dan pengalaman luar biasa. Wakaf bukan hanya ibadah sosial, tetapi instrumen ekonomi yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Mahyeldi.

Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan dan Inovasi
Gubernur menilai tema konferensi, “Wakaf untuk Pembangunan Berkelanjutan,” sangat relevan dengan kebutuhan nasional. Wakaf memiliki potensi besar untuk memperkuat pembiayaan publik, memperluas manfaat sosial, serta menciptakan ketahanan ekonomi umat di masa depan.

Oleh karena itu, Mahyeldi mendorong kolaborasi erat antara pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, pesantren, dan masyarakat dalam mengoptimalkan pengelolaan aset wakaf menuju arah yang lebih produktif.

Dalam rangka mewujudkan ambisi Sumbar sebagai episentrum wakaf, Mahyeldi menggarisbawahi beberapa inisiatif strategis yang akan dikembangkan. Program-program tersebut meliputi wakaf pesantren, wakaf pertanian dan pangan, serta program Wakaf ASN. Selain itu, penguatan wakaf digital juga akan dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Nagari Syariah dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Mahyeldi berharap rumusan rekomendasi yang dihasilkan forum internasional ini dapat menjadi gerakan nyata di lapangan, bukan hanya berhenti sebagai wacana semata. “Kita ingin wakaf menjadi energi perubahan, bukan sekadar wacana,” tegasnya, memberi apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, tokoh nasional, ulama internasional, dan mitra strategis yang telah terlibat.

Dukungan Penuh dari Tokoh Nasional dan Gontor
Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dr. H. Tatang Astarudin, pada kesempatan yang sama, menyatakan Konferensi Wakaf Internasional 2025 ini merupakan tonggak penting kebangkitan wakaf nasional. Momentum ini menjadi spesial karena bertepatan dengan 100 tahun Pondok Pesantren Gontor. Tatang Astarudin meyakini potensi wakaf sangat besar dalam mengatasi persoalan kebangsaan dan memperkuat solidaritas umat.

Senada dengan itu, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, turut mengapresiasi penyelenggaraan konferensi ini di Padang. Ia menyebut masyarakat Sumbar memiliki kedekatan historis dengan Gontor, sehingga Gontor menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung berbagai inisiatif wakaf produktif di daerah ini.

Penutupan konferensi ini diharapkan menjadi awal dari kerja kolaboratif yang lebih besar di tingkat nasional dan internasional, sekaligus mempercepat lahirnya inovasi dan penguatan wakaf berkelanjutan di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Trending di RAGAM