Mahasiswa UIN Gusdur Dorong Ibu-Ibu PKK Jadi Penggerak Lingkungan di Kwagean
Pekalongan, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Ekoteologi Kelompok 30 UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan mengambil langkah nyata dalam program pengabdian berbasis lingkungan. Mereka menyelenggarakan sosialisasi interaktif tentang pemilahan sampah rumah tangga dan pembuatan biopori bersama Ibu-Ibu PKK RT 4 Desa Kwagean, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu sore, 8 November 2025.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 30 peserta ini bertujuan untuk mengubah kebiasaan membuang atau membakar sampah yang tidak ramah lingkungan menjadi praktik pengelolaan yang berkelanjutan, sejalan dengan nilai-nilai Ekoteologi. Inisiatif ini mendapat sambutan hangat, di mana banyak ibu-ibu langsung menyatakan minat untuk membuat lubang biopori di rumah masing-masing.
Sosialisasi Inovatif di Tengah Arisan Bulanan
Berlangsung di rumah Ketua RT 4, sosialisasi ini sengaja diselenggarakan bertepatan dengan agenda arisan rutin bulanan Ibu-Ibu PKK, menjadikan suasana terasa lebih akrab dan santai. Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB, diawali dengan sambutan dari Ketua RT 4 yang menegaskan dukungan penuh terhadap program lingkungan yang dibawa oleh mahasiswa KKN.
Perwakilan mahasiswa Kelompok 30 kemudian memaparkan materi inti. Fokus utama adalah edukasi mengenai cara mudah memilah sampah berdasarkan jenisnya, yaitu antara sampah organik dan anorganik. Mahasiswa menekankan pentingnya kesadaran bahwa pengelolaan sampah yang benar adalah kunci menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan permukiman.
Biopori: Solusi Sederhana Pengurang Sampah Organik
Dalam sesi selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan lubang biopori sebagai inovasi yang sangat sederhana namun efektif. Biopori dijelaskan sebagai solusi ganda: mengatasi sampah organik sekaligus meningkatkan daya serap air tanah. Penjelasan disampaikan secara interaktif, didukung oleh alat peraga sederhana agar mudah dipahami oleh peserta.
Kehadiran Ibu Masriyah, seorang aktivis pengelolaan sampah Desa Kwagean, semakin memperkaya diskusi. Ia turut memaparkan manfaat praktis biopori bagi lingkungan rumah tangga. Menurutnya, biopori adalah solusi alami yang efisien untuk mengurangi genangan air saat musim hujan dan secara bersamaan menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman di halaman rumah.
Selama sesi berlangsung, suasana penuh canda tawa khas pertemuan warga. Para ibu terlihat sangat aktif, mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik perawatan lubang biopori dan strategi praktis menerapkan pemilahan sampah di dapur mereka.
Salah satu peserta, Ibu Lilik, mengungkapkan apresiasinya. “Kegiatan seperti ini membuat kami makin paham pentingnya mengelola sampah dengan benar. Selama ini banyak yang asal buang atau bakar. Sekarang jadi tahu cara yang lebih baik untuk bumi dan rumah kami,” katanya.
Melalui kegiatan ini, KKN Tematik Ekoteologi Kelompok 30 UIN Gusdur berharap Ibu-Ibu PKK RT 4 dapat menjadi motor penggerak perubahan positif. Diharapkan tumbuh kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah bagian integral dari nilai Ekoteologi, yang diartikan sebagai ibadah yang diwujudkan melalui tindakan nyata mencintai bumi. Acara diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto dokumentasi, menandai komitmen bersama untuk lingkungan yang lebih bersih.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.