Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKBIS · 6 Nov 2025 15:34 WIB ·

Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Sumbar


					Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Sumbar Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Sugeng Arianto, beserta jajaran di Ruang Kerja Gubernur pada Kamis (6/11/2025). Audiensi ini fokus membahas capaian kinerja sektor unggulan di Sumatera Barat sepanjang triwulan III tahun 2025.

Berdasarkan laporan data dari BPS, diketahui bahwa sektor pertanian dan perdagangan tetap menjadi fondasi utama penopang pertumbuhan ekonomi daerah, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Adib Alfikri, Plt Kepala Bappeda Sumbar Yudha Prima, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Novrial.

Pertanian dan Perdagangan Tumbuh Signifikan
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat peningkatan produksi yang signifikan. Khususnya pada komoditas peternakan, produksi telur dan daging ayam ras menunjukkan kenaikan yang cukup besar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, sektor perkebunan juga memberikan kontribusi positif dengan meningkatnya produksi kelapa sawit, kopi, dan tembakau. Pertumbuhan di sektor primer ini menunjukkan potensi besar Sumber Daya Alam (SDA) Sumbar yang perlu dimaksimalkan.

Sementara itu, sektor Perdagangan juga membukukan tren positif. Peningkatan ini didorong oleh melonjaknya aktivitas perdagangan besar dan eceran, termasuk transaksi melalui saluran daring. Kenaikan aktivitas niaga ini turut disokong oleh bertambahnya pasokan barang, baik dari domestik maupun hasil impor.

Transportasi dan Pergudangan Alami Penurunan
Berbeda dengan sektor unggulan di atas, sektor Transportasi dan Pergudangan justru tercatat mengalami pelemahan. Data BPS menunjukkan penurunan jumlah penumpang dan angkutan barang via udara masing-masing sebesar 7,06% dan 0,94%. Penurunan ini juga diikuti oleh angkutan darat. Tren ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah agar tidak menjadi hambatan bagi pergerakan ekonomi di masa mendatang.

Strategi Relokasi Industri untuk Nilai Tambah Daerah
Dalam diskusi mendalam, Gubernur Mahyeldi memberikan penekanan pada perlunya memperkuat strategi ekspor dan relasi perdagangan antarwilayah. Hal ini bertujuan agar Sumatera Barat dapat memperoleh nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan.

Gubernur juga menyoroti pentingnya langkah relokasi industri agar tidak terpusat di Kota Padang. Menurut Mahyeldi, sebagian industri sebaiknya diarahkan ke daerah-daerah yang kaya potensi bahan baku, seperti Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Kalau bisa, industri kita jangan semuanya terpusat di Padang. Sebagian sebaiknya diarahkan ke daerah yang punya potensi bahan baku supaya rantai pasoknya lebih efisien dan nilai tambahnya kembali ke daerah,” tegas Mahyeldi, menganjurkan pemerataan ekonomi.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala BPS Sugeng Arianto mengingatkan bahwa rencana relokasi industri harus dirancang dengan sangat matang. Sugeng mencontohkan kasus beberapa pabrik karet yang terpaksa menutup operasinya karena tingginya biaya logistik akibat jauhnya jarak antara perkebunan dan lokasi pabrik.

Meskipun demikian, Sugeng meyakinkan bahwa industri minyak sawit mentah (CPO) di Sumbar memiliki daya saing yang kuat. BPS mendorong investor untuk membangun industri di titik-titik strategis, terutama di daerah perbatasan, demi memastikan arus barang tetap mengarah ke Sumbar.

Pentingnya Akurasi Data dalam Kebijakan Pembangunan
Selain membahas capaian sektor unggulan, pertemuan ini juga menyinggung isu krusial mengenai pengelolaan dan pelaporan data ekonomi daerah. BPS berkomitmen penuh untuk memperkuat koordinasi dan memberikan pelatihan intensif bagi petugas data di seluruh perangkat daerah. Tujuannya adalah untuk menjamin pencatatan dan pelaporan data yang lebih akurat serta sesuai dengan standar nasional.

Di penghujung audiensi, Gubernur Mahyeldi menegaskan kembali bahwa validitas data memegang peranan vital sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran. “Kita perlu memastikan semua transaksi dan data ekonomi terekam dengan baik. Ini jadi dasar untuk mengambil kebijakan yang tepat,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kisah Sukses Marno Kembangkan Bakso Lewat Bimtek

25 Juni 2026 - 15:53 WIB

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor

29 Mei 2026 - 10:45 WIB

Trending di EKBIS