Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 29 Okt 2025 18:06 WIB ·

Sumbar Pacu Pembebasan Lahan Flyover Sitinjau Lauik, Target Desember!


					Sumbar Pacu Pembebasan Lahan Flyover Sitinjau Lauik, Target Desember! Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) berkomitmen penuh mempercepat proses pembebasan lahan untuk pembangunan Flyover Sitinjau Lauik. Kesepakatan ini ditegaskan dalam rapat koordinasi penting yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di Ruang Rapat Istana Gubernuran, Rabu (29/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak terkait bertekad menuntaskan proses pembebasan lahan dalam waktu dua bulan ke depan, dengan batas waktu paling lambat Desember 2025. Target ambisius ini diambil agar pembangunan fisik proyek vital tersebut dapat segera dimulai.

“Kita sepakat untuk menuntaskan pembebasan lahan Flyover Sitinjau Lauik ini secepat mungkin. Insya Allah pada bulan November atau paling lambat Desember sudah selesai. Semua pihak mendukung percepatan ini,” ujar Gubernur Mahyeldi, menekankan pentingnya sinergi.

Gubernur juga menyoroti urgensi koordinasi lintas instansi. Ia meminta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan), Badan Pertanahan Nasional (BPN), pihak pelaksana proyek, dan tokoh adat untuk terus memperkuat komunikasi. Tujuannya adalah memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari, serta tetap menjaga rasa saling percaya antarpihak.

“Kita tidak ingin ada masalah di kemudian hari. Karena itu, saya minta Dinas Perkimtan, BPN, HPSL, dan niniak mamak agar terus memperkuat komunikasi dan koordinasi. Semua harus berjalan sesuai aturan dan tetap menjaga rasa saling percaya,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci dan perwakilan, seperti Kepala Kantor Wilayah BPN Sumbar Teddi Guspriadi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sumbar Adib Alfikri, serta Kepala Dinas Perkimtan Sumbar Ahdiarsyah. Turut hadir juga perwakilan dari Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) selaku pelaksana proyek, Pemerintah Kota Padang, dan para niniak mamak (tokoh adat) dari Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan, menunjukkan kolaborasi multisektor yang kuat.

Sebelumnya, pada Senin (27/10), Gubernur Mahyeldi bersama Deputi Infrastruktur Dasar Kemenko Infraswil telah meninjau langsung lokasi proyek. Peninjauan tersebut mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik belum dapat dimulai karena kendala belum rampungnya pembebasan lahan.

Flyover Sitinjau Lauik merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sangat dinantikan. Proyek ini didesain untuk menjadi solusi permanen mengatasi masalah kemacetan kronis dan mengurangi risiko kecelakaan di jalur ekstrem Padang–Solok, yang dikenal curam dan berkelok.

Total investasi untuk pembangunan Flyover Sitinjau Lauik mencapai angka fantastis, yakni Rp2,8 triliun, dengan tambahan biaya operasional dan pemeliharaan sebesar Rp562 miliar. Untuk merealisasikan proyek ambisius ini, dibutuhkan total lahan seluas 18,7 hektare. Komitmen percepatan ini diharapkan bisa menjadi titik balik dimulainya pembangunan fisik setelah masalah lahan teratasi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Indonesia di Persimpangan: Restorasi Kepercayaan Ekonomi Menembus Batas Desa

23 Mei 2026 - 14:58 WIB

Masyarakat Adat Tolak Skema Hutan Desa Sorong Selatan

22 Mei 2026 - 15:00 WIB

Mini Soccer Kalibukbuk: Hiburan Sehat Pemicu Ekonomi Desa

18 Mei 2026 - 14:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 29: Menguatkan Ekonomi Kreatif

17 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 28: Musyawarah Desa Terbuka

14 Mei 2026 - 06:50 WIB

Etika Jurnalisme: Pilar Penjaga Marwah Pembangunan dari Desa

3 Mei 2026 - 12:13 WIB

Trending di RAGAM