Bukittinggi, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Kabar gembira bagi keluarga kurang mampu di pelosok Sumatera Barat. Yayasan Tim Peduli Kemanusiaan (YTPK) IASMA 1 Landbouw Bukittinggi kembali menggelar operasi bibir sumbing gratis edisi keempat. Kali ini, kegiatan kemanusiaan tersebut akan dipusatkan di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh pada 28 hingga 30 November 2025.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurutnya, aksi nyata organisasi alumni sangat membantu pemerintah dalam menyentuh kebutuhan dasar masyarakat yang paling bawah. “Jika seluruh alumni bergerak seperti ini, banyak warga kita yang terbantu secara langsung,” ujar Mahyeldi saat menerima audiensi panitia di Istana Bung Hatta.
Totalitas Pelayanan: Dari Operasi Hingga Jemput Bola
Program ini bukan sekadar bantuan medis biasa. Ketua YTPK, Benny Fitraza, menegaskan bahwa seluruh biaya operasi senilai Rp35 juta per pasien ditanggung sepenuhnya alias gratis. Menariknya, yayasan juga menyiapkan fasilitas penjemputan bagi pasien yang terkendala akses transportasi dari rumah menuju rumah sakit.
“Seluruh biaya operasi dan akomodasi pendamping kami tanggung. Bahkan, jika pasien perlu dijemput ke rumah, kami siap memfasilitasinya,” ungkap Benny. Langkah “jemput bola” ini menjadi solusi krusial bagi warga desa terpencil yang selama ini kesulitan biaya operasional meski pengobatan aslinya gratis.
Kolaborasi Global untuk Dampak Lokal
Keberhasilan program ini tak lepas dari kerja sama erat dengan Smile Train, lembaga internasional yang menaungi dokter spesialis bedah mulut. Setelah sukses dilaksanakan di Bukittinggi, Sijunjung, dan Sawahlunto, pemilihan Payakumbuh tahun ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak anak-anak di wilayah timur Sumatera Barat.
Ketua Panitia, Arfida Pepi, menyebutkan konsistensi ini adalah wujud pengabdian alumni untuk memberikan harapan baru bagi keluarga yang memiliki anak dengan kelainan bibir sumbing. Melalui kolaborasi harmonis antara pemerintah, tenaga medis, dan komunitas, senyum anak-anak Sumatera Barat kini bukan lagi sekadar impian yang mahal.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.