Brebes, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Semangat regenerasi petani di Indonesia mendapatkan angin segar dari Sahrul, siswa kelas 12 jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura (ATPH) SMKN 1 Bulakamba, Brebes. Di tengah maraknya stigma bahwa pertanian adalah pekerjaan yang kuno dan tidak menarik bagi kaum muda, Sahrul justru membuktikan sebaliknya. Ia memilih menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) jauh dari kampung halamannya, tepatnya di Edufarm Kebun Ombo, Banyubiru, Kabupaten Semarang, di bawah bimbingan gurunya, Bapak Himawan.
Sahrul, yang lahir dari keluarga petani bawang merah di Brebes, memiliki visi yang jelas: melanjutkan tradisi pertanian keluarganya, namun dengan sentuhan modernisasi. “Saya ingin melanjutkan pertanian yang ada di Brebes, Pak,” ujarnya kepada Darmanto, owner Edufarm Kebun Ombo. Pilihan untuk mengambil jurusan ATPH di SMK merupakan langkah nyata Sahrul dalam mewujudkan harapannya untuk memajukan sektor pertanian.
Pengalaman PKL di Edufarm Kebun Ombo menjadi bekal berharga bagi Sahrul. Ia terjun langsung ke lapangan, belajar mulai dari pengolahan lahan, pemasangan mulsa, hingga penanaman. Sahrul tak segan menunjukkan tangannya yang kotor oleh tanah sebagai bukti nyata kerja kerasnya. Pengalaman ini membentuknya menjadi pribadi yang gigih dan tidak cengeng, berbeda dari pandangan sebagian orang tentang kaum muda masa kini.
Alasan Sahrul memilih lokasi PKL yang jauh, yakni karena hubungan baik antara gurunya, Bapak Himawan, dengan Darmanto, pemilik Edufarm Kebun Ombo. Darmanto sendiri adalah mantan Sekretaris Desa yang kini sukses sebagai wirausahawan pertanian. Edufarm yang dikelolanya menjadi bukti bahwa pertanian dapat berkembang pesat dengan sentuhan manajemen dan inovasi.
Sahrul mengungkapkan harapannya untuk pertanian masa depan. Ia ingin melihat pertanian di Indonesia, khususnya di Brebes, beralih dari metode manual ke mekanisasi modern. “Saat ini kan masih banyak yang mengolah lahan manual, Pak. Semoga ke depannya itu memakai alat-alat yang lebih canggih,” harap Sahrul. Harapan ini mencerminkan semangat generasi baru untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian melalui teknologi. Dengan visi dan misi ini, Sahrul menjadi contoh nyata bahwa kaum muda dapat menjadi motor penggerak transformasi pertanian menuju era yang lebih modern dan efisien.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.