Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 29 Agu 2025 16:27 WIB ·

Optimalkan PAD, Kecamatan Suwawa Selatan Gelar FGD Bersama BKAD


					Optimalkan PAD, Kecamatan Suwawa Selatan Gelar FGD Bersama BKAD Perbesar

Bone Bolango, Gorontalo [DESA MERDEKA] Pemerintah Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, menggelar Focus Group Discussion (FGD) strategis bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) setempat. Acara yang bertema Strategi Optimalisasi Penerimaan PAD Tingkat Kecamatan ini diadakan di aula kecamatan pada Kamis, 28 Agustus 2025, dan dihadiri oleh seluruh kepala desa, kepala seksi pemerintahan, serta kepala wilayah/dusun se-Kecamatan Suwawa Selatan.

Camat Suwawa Selatan, Ricky Roman Wartabone, menegaskan komitmen penuh pemerintahannya untuk menjalankan hasil diskusi ini. Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa merupakan perpanjangan tangan pemerintah daerah, sehingga sinergi dan kolaborasi menjadi kunci. “Kami siap bersinergi dengan BKAD dan seluruh pihak terkait untuk memastikan setiap potensi pendapatan di wilayah kami dapat dioptimalkan,” ujar Ricky. Menurutnya, langkah ini penting untuk mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh.

Mewakili Kepala BKAD, Iskandar Rahman selaku Kasubdit Pengelolaan Keuangan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kecamatan Suwawa Selatan. Ia berharap FGD ini menjadi momentum untuk mengidentifikasi hambatan dan kendala di lapangan, khususnya terkait penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Hasil dari FGD ini akan menjadi masukan penting dalam menyusun kebijakan dan program kerja pemerintah daerah ke depan,” kata Iskandar. Ia bahkan menyebut kegiatan ini sebagai pilot project yang diharapkan dapat diikuti oleh kecamatan lain di Bone Bolango.

Dalam sesi diskusi, beberapa peserta mengungkapkan tantangan yang mereka hadapi. Salah satunya adalah anomali data Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), di mana objek pajak yang tidak semestinya, seperti tanah pekuburan atau bantaran sungai yang longsor, justru terbit SPPT. Kondisi ini menyulitkan para penagih pajak di lapangan. Selain itu, terungkap juga bahwa beberapa sektor usaha, seperti sarang walet dan depot air minum isi ulang, belum dikenakan pajak. Para peserta sepakat bahwa pembaruan data objek pajak sangat diperlukan untuk meningkatkan PAD.

Menutup acara, Ricky Roman Wartabone berharap hasil FGD ini dapat menjadi instrumen efektif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Ia juga mengajak semua pihak untuk melakukan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat agar kesadaran dan kepatuhan dalam membayar pajak semakin meningkat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 49 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bansos Ribuan Warga Wonogiri Disetop Gegara Judol Pinjol

19 September 2026 - 06:11 WIB

Sengkarut Dana Desa Malaka: Pelatihan 10 Menit Disorot

17 September 2026 - 10:01 WIB

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya

10 September 2026 - 16:25 WIB

Pilkades Sumber Urip: Petahana Jajang Sujai Amankan Nomor 1

9 September 2026 - 14:45 WIB

Sumpah Setia dan Bayang-Bayang Konflik di Balik Sterilisasi Pilkades Pebayuran

9 September 2026 - 14:23 WIB

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Trending di KABAR DESA