Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KESEHATAN · 18 Agu 2025 21:38 WIB ·

Balai Desa Hidup Kembali: Warga Tukum Srawung Laisa


					Balai Desa Hidup Kembali: Warga Tukum Srawung Laisa Perbesar

Lumajang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Desa Tukum, Lumajang, kembali semarak dengan diluncurkannya program unik dan inovatif bernama Sesarengan Datheng Ing Balai Desa atau Srawung Laisa. Digagas oleh mahasiswa KKN Kolaboratif 92 bersama Pemerintah Desa Tukum, program ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan upaya nyata untuk menghidupkan kembali fungsi balai desa sebagai pusat kegiatan masyarakat yang inklusif dan bermanfaat.

Pada edisi perdananya, Srawung Laisa langsung menyentuh kebutuhan dasar warga dengan menggelar layanan cek kesehatan gratis. Ratusan warga berbondong-bondong datang untuk memanfaatkan fasilitas pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes yang seringkali kurang mendapat perhatian.

Kepala Desa Tukum, Susanto, atau yang akrab disapa Cak Santo, menjelaskan bahwa Srawung Laisa dirancang sebagai wadah interaksi sosial yang memberikan manfaat konkret. “Kami ingin balai desa benar-benar hidup. Cek kesehatan gratis ini cara sederhana tapi penting untuk menjaga kesehatan warga sejak dini,” ujarnya. Cak Santo berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin, tidak hanya berfokus pada seni dan budaya, tetapi juga menyentuh aspek vital seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.

Antusiasme warga terlihat jelas, mencerminkan kerinduan akan adanya kegiatan yang mendekatkan mereka dengan layanan dan informasi. Mahasiswa KKN Kolaboratif 92, termasuk beberapa yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Jember, menjadi fasilitator utama program ini. Salah satu mahasiswa, Handias Pramudya, menuturkan bahwa inisiatif ini bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dini.

“Lebih dari sekadar pemeriksaan, ini juga sarana edukasi. Warga diajak memahami pola hidup sehat, menjaga pola makan, hingga pentingnya rutin periksa kondisi tubuh,” kata Handias. Dengan demikian, Srawung Laisa bukan hanya menawarkan layanan, melainkan juga menanamkan pemahaman penting tentang pentingnya kesehatan secara mandiri. Program ini menegaskan komitmen Desa Tukum untuk memprioritaskan kesejahteraan warganya, menjadikan balai desa sebagai jantung dari setiap inisiatif kebaikan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 103 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Desa Dengkol Mengubah Rembug Stunting Menjadi Laboratorium Solusi

24 Juni 2026 - 13:34 WIB

Syarat MCU Bakal Calon Kades Bekasi Kini Lebih Mudah

18 Juni 2026 - 05:20 WIB

Rembug Stunting Desa Kedungboto Bidik Sanitasi dan Gizi

27 Mei 2026 - 12:23 WIB

Rahasia Bontotangnga Capai Partisipasi Posyandu Seratus Persen

22 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dokter Spesialis Turun ke Desa, RS Tidak Lagi Menara Gading

18 Mei 2026 - 21:12 WIB

Trending di KESEHATAN