Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 18 Agu 2025 19:05 WIB ·

Nama Pahlawan Dicatut Heritage Run, Keluarga Nani Wartabone Protes


					Nama Pahlawan Dicatut Heritage Run, Keluarga Nani Wartabone Protes Perbesar

Keluarga Pahlawan Nasional Nani Wartabone Protes Keras Pencatutan Nama untuk Heritage Run

Gorontalo, Gorontalo [DESA MERDEKA] Sebuah event lari yang rencananya akan diselenggarakan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada 24 Agustus 2025, menuai polemik. Acara bertajuk Nani Wartabone Heritage Run 2025 ini memicu protes keras dari keluarga Pahlawan Nasional Nani Wartabone karena namanya digunakan tanpa sepengetahuan dan izin dari pihak keluarga.

Ricky R. Wartabone, salah satu cucu almarhum Nani Wartabone, mengungkapkan rasa keberatan keluarga. “Kami dari pihak keluarga merasa keberatan karena nama kakek kami, Nani Wartabone, digunakan untuk kegiatan komersial tanpa ada komunikasi atau izin terlebih dahulu,” ujar Ricky. Ia menambahkan bahwa pihak panitia tidak pernah menjalin komunikasi dengan keluarga, namun tiba-tiba saja spanduk dan flyer acara sudah beredar luas di media sosial dan bahkan pendaftaran peserta telah dibuka.

 

Menurut Ricky, penggunaan nama pahlawan untuk acara publik, terutama yang bersifat komersial, seharusnya melibatkan persetujuan dari keluarga sebagai bentuk etika dan penghormatan. Keluarga tidak hanya merasa namanya dicatut, tetapi juga khawatir esensi dan nilai-nilai perjuangan Nani Wartabone akan terdistorsi. “Secara pribadi saya khawatir, jika dikelola secara komersial tanpa pengawasan, nilai-nilai perjuangannya bisa luntur,” tambahnya.

Padahal, pihak keluarga bersedia memberikan masukan berharga jika dilibatkan, mulai dari desain maskot hingga pemilihan rute lari yang mengandung nilai sejarah. Ricky menyebutkan bahwa rute bisa melewati Danau Perintis, sebuah lokasi yang memiliki sejarah perjuangan. Dengan demikian, event tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mengandung unsur kebudayaan dan historis yang kuat, sesuai dengan jasa sang pahlawan.

Polemik ini diharapkan segera menemukan titik terang. Pihak keluarga berharap panitia penyelenggara menunjukkan itikad baik untuk berdiskusi dan menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Namun, Ricky menegaskan, jika tidak ada respons positif dari panitia, keluarga tidak segan untuk menempuh jalur hukum.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi penyelenggara acara untuk selalu menjunjung etika, terutama ketika menggunakan nama tokoh-tokoh bersejarah. Sebuah acara yang seharusnya menjadi ajang penghormatan terhadap jasa pahlawan, kini justru menimbulkan isu sensitif yang merusak esensi dari tujuannya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 311 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

AI dan Bansos: Akhir Era ‘Main Mata’ Perangkat Desa?

24 Juni 2026 - 08:49 WIB

Momen Haru Angkatan XV PAUD Satria Mandiri: Sinergi Desa Balitata Cetak Generasi Emas

23 Juni 2026 - 21:12 WIB

Klinik APBDesa Singosari,Sekolah Tata Kelola yang Menginspirasi Desa

23 Juni 2026 - 12:52 WIB

Pasca-Audit Investigasi, Warga Kembali Segel Kantor Desa Loleo

23 Juni 2026 - 06:10 WIB

10 Tahun Pembiaran Limbah TPA Blondo, Sawah Warga Mati!

20 Juni 2026 - 22:00 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

20 Juni 2026 - 20:22 WIB

Trending di RAGAM