Batang, Jateng – Batang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Semangat perempuan Desa Keniten, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, membara dalam kegiatan workshop yang diadakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Bertajuk “Penguatan Perempuan Agen Pancasila,” acara ini tak hanya menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, tapi juga membekali ibu-ibu PKK dengan keterampilan pertanian modern.
Workshop yang berlangsung di Balai Desa Keniten pada 25 Juli 2025 ini merupakan inisiasi 10 mahasiswa KKN UNNES GIAT 12. Di bawah bimbingan Bapak Athoillah, mereka berupaya membangun Indonesia mulai dari desa dengan memberdayakan perempuan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran perempuan sebagai sosok yang aktif mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
Perempuan sebagai agen Pancasila memiliki peran strategis sebagai pembangun karakter bangsa dan penggerak perubahan sosial. Tak hanya itu, perempuan juga bisa menjadi motor penggerak ekonomi. Dengan bekal ideologi kebangsaan yang kuat, para peserta dilatih mengelola sistem hidroponik dua tingkat yang canggih.

Sistem hidroponik ini menggabungkan budidaya kangkung dan ikan lele secara terpadu. Keunikannya terletak pada siklus yang saling menguntungkan: limbah ikan lele menjadi nutrisi bagi kangkung, sementara kangkung membantu menjaga kualitas air kolam lele. Melalui sistem ini, peserta diajarkan memanfaatkan galon dan gelas plastik bekas sebagai media tanam, menginstalasi sirkulasi air, hingga merawat dan memanen hasil.
Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting, seperti pemberian pakan ikan yang teratur, pengecekan kualitas air, pemantauan nutrisi, dan pengendalian hama. Harapannya, keterampilan ini tidak hanya menjadi wawasan baru, tetapi juga bekal untuk memulai usaha kecil di rumah. Dengan demikian, perempuan Desa Keniten bisa menjadi agen perubahan yang mandiri secara ekonomi dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.
Kegiatan ini membuktikan bahwa ideologi dan keterampilan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan perempuan yang berdaya, mandiri, dan berkontribusi aktif bagi kemajuan bangsa.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.