Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 9 Agu 2025 04:24 WIB ·

Ketua BPD Nyonyifi Disorot: Ijazah Paket B-nya Hilang dari Sistem Nasional?


					Ketua BPD Nyonyifi Disorot: Ijazah Paket B-nya Hilang dari Sistem Nasional? Perbesar

Halmahera Selatan, Maluku Utara [DESA MERDEKA] – Integritas pejabat publik kembali menjadi sorotan. Kali ini, sorotan tajam mengarah kepada Jufri Lantuna, yang menjabat sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nyonyifi, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan. Bukan soal kinerjanya, melainkan keabsahan ijazah Paket B miliknya. Dokumen pendidikan yang seharusnya menjadi bukti kompetensi, kini justru menimbulkan tanda tanya besar setelah ditemukan fakta bahwa data Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) atas namanya tidak tercantum dalam sistem resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Dugaan ini bermula dari penelusuran data yang dilakukan oleh publik, yang menemukan kejanggalan pada dokumen pendidikan Jufri Lantuna. Meskipun ia diketahui menempuh pendidikan kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Salti Jaya, Kayoa, data NISN-nya tidak terdeteksi baik di sistem Dapodik maupun sistem pusat Kemendikbud. Padahal, menurut Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, data NISN seharusnya tetap tercatat di sistem nasional meskipun seorang siswa sudah lulus.

“Setiap siswa yang lulus dari program Paket B, datanya pasti ada di Daftar 8355 dan SK kelulusan. Dan itu semua bisa dicocokkan dengan sistem pusat,” ujar seorang pejabat dari Dinas Pendidikan Halmahera Selatan. Ia menegaskan, siapa pun dapat memeriksa NISN secara online karena data tersebut bersifat terbuka. Hilangnya data NISN Jufri secara total dari sistem nasional memicu spekulasi tentang adanya manipulasi data atau bahkan penggunaan ijazah yang tidak sah.

Saat dikonfirmasi, Jufri Lantuna tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Ia hanya berjanji akan menanyakan langsung kepada ketua lembaga pendidikan yang menerbitkan ijazahnya. Pengakuannya yang mengikuti ujian di SMEA namun tidak ingat nama PKBM-nya justru menambah keraguan publik. Di sisi lain, Ketua PKBM Salti Jaya mengklaim bahwa data NISN Jufri ada, namun tidak bisa diakses karena sistem Dapodik sedang dalam pemeliharaan. Alasan ini dianggap kurang meyakinkan, mengingat sistem NISN nasional dapat diakses setiap saat, terlepas dari pemeliharaan sistem Dapodik.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat Nyonyifi. Mereka mendesak pihak berwenang, termasuk Dinas Pendidikan, Inspektorat, dan DPMD Halmahera Selatan, untuk segera turun tangan dan melakukan verifikasi mendalam. Keterbukaan dan kejelasan informasi menjadi sangat krusial untuk menjaga integritas lembaga pendidikan kesetaraan dan kepercayaan masyarakat terhadap pejabat desa mereka. Camat Bacan Timur sendiri telah menyatakan bahwa persoalan ini sepenuhnya merupakan kewenangan Dinas Pendidikan, dan ia hanya berupaya memfasilitasi komunikasi secara kekeluargaan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya integritas pejabat publik, dimulai dari legalitas dokumen yang mereka miliki. Mampukah Dinas Pendidikan Halmahera Selatan memberikan kejelasan? Kita tunggu bersama.

Kontributor/Foto: Alimudin Abd. Fatah

Disclaimer: Berita ini didasarkan pada penelusuran data yang dihimpun tim redaksi dan keterangan dari narasumber terkait. Redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Berita ini bertujuan untuk mendorong transparansi dan investigasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 81 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM