Kepulauan Meranti, Riau [DESA MERDEKA] – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-9 Kecamatan Rangsang Pesisir bukan sekadar ajang adu merdu lantunan ayat suci. Di balik kompetisi religi yang diikuti 131 peserta dari 10 desa ini, terselip misi besar mengenai konektivitas wilayah dan kemajuan infrastruktur desa yang selama ini dinantikan masyarakat.
Dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, M. Mahdi, di halaman Kantor Camat Rangsang Pesisir, Senin (29/5/2023), acara ini menjadi momentum langka di mana aspirasi pembangunan fisik bersanding dengan pembangunan mental spiritual.
Spiritualitas Berjalan Beriringan dengan Aksesibilitas
Plt. Camat Rangsang Pesisir, Syafrizal Ahmadi, dalam sambutannya melontarkan poin krusial yang menarik perhatian. Sambil menargetkan juara umum pada tingkat kabupaten dan provinsi, ia secara terbuka meminta restu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti untuk proyek strategis: pembukaan badan jalan dari Desa Telesung menuju Desa Beting.
Aspirasi ini menjadi “oase” di tengah acara religi, mengingat urgensi mobilitas warga. Syafrizal berharap pemerintah segera melanjutkan pengerasan jalan (base), sehingga masyarakat Desa Sokop yang biasanya harus menyeberang ke Desa Beting dapat mengakses kantor kecamatan dengan jauh lebih cepat dan efisien.
Mencetak Generasi Qur’ani yang Berakhlak
Di sisi lain, Staf Ahli Bupati M. Mahdi yang membacakan sambutan Plt. Bupati Asmar, menekankan bahwa Al-Qur’an adalah instrumen utama bagi umat Islam untuk keluar dari fase kegelapan menuju cahaya. Sesuai temanya, MTQ ini ditargetkan mampu mencetak qari dan qariah unggulan yang tidak hanya mengejar trofi, tetapi juga menjadi duta akhlak bagi masyarakat Meranti.
“Tujuan utamanya adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam meniti kehidupan sebagai hamba yang bertakwa,” tegas M. Mahdi di hadapan para ofisial dan kafilah.
Sinergi Lintas Sektoral
Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Kakan Kemenag Meranti, Kapolsek Rangsang IPTU AGD. Simamora, hingga para kepala dinas menunjukkan bahwa dukungan terhadap pembangunan di Rangsang Pesisir bersifat lintas sektoral. Acara ini membuktikan bahwa kemajuan sebuah kecamatan tidak hanya diukur dari prestasi tilawahnya saja, melainkan juga dari keseriusan pemerintah dalam membenahi akses jalan demi kesejahteraan rakyatnya.
Dengan berakhirnya pembukaan MTQ ke-9 ini, warga Rangsang Pesisir kini menggantungkan dua harapan besar: lahirnya juara nasional dari desa mereka dan terwujudnya jalan aspal yang menyambungkan desa-desa terpencil.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.