Soe, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Anak-anak di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, kini menghadapi ancaman nyata di tempat yang seharusnya paling aman bagi mereka: rumah dan lingkungan terdekat. Data lapangan menunjukkan tren mengkhawatirkan di mana ruang domestik perdesaan justru berubah menjadi panggung trauma akibat tingginya angka kasus kekerasan anak di bawah umur.
Ironi ini memicu reaksi keras dari Yerim Yos Falo, aktivis Pospera yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD TTS. Tepat pada momentum peringatan Hari Anak, ia menegaskan bahwa perlindungan anak bukan lagi sekadar isu lokal, melainkan perhatian global yang harus diselesaikan mulai dari unit sosial terkecil di desa.
“Stop, tidak ada anak yang pantas menjadi korban kekerasan. Entah itu kekerasan seksual, fisik, maupun verbal,” ujar Yos Falo pada Rabu, 23 Juli 2025.
Menurutnya, akar masalah sering kali bermula dari pembiaran di tingkat keluarga dan komunitas sekampung. Selama ini, ego orang dewasa dan budaya tutup mulut atas nama aib keluarga membuat lingkaran setan ini terus berputar. Mengubah pola pikir kolektif masyarakat desa untuk berani melapor adalah langkah awal yang mutlak.
“Diam bukanlah jawaban. Kaki kecil mereka berhak mendapatkan tempat yang aman untuk berjalan. Jagalah anak-anak agar aman dari pelecehan dan penelantaran,” lanjutnya.
Secara sosiologis, membiarkan kekerasan anak di Timor Tengah Selatan sama saja dengan menyabotase masa depan pembangunan daerah. Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh tekanan mustahil dapat berkembang menjadi motor penggerak ekonomi desa yang produktif di masa depan.
Memutus rantai kekerasan ini membutuhkan tindakan nyata dari seluruh komponen warga, bukan sekadar retorika seremonial tahunan. Penegakan ruang aman yang bebas dari rasa sakit dan trauma di tingkat akar rumput adalah investasi kemanusiaan tertinggi.
“Melindungi seorang anak adalah tindakan cinta yang tertinggi. Akhiri kekerasan terhadap anak, demi masyarakat yang lebih kuat dan penuh kasih sayang,” pungkas Yos Falo.

Desa Membangun Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.