Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur [DESA MERDEKA] – Pemerintah Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, sukses menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa pada Rabu lalu ini merupakan forum penting untuk merumuskan arah pembangunan desa ke depan.
Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, menjelaskan bahwa Musrenbangdes ini adalah kelanjutan dari serangkaian musyawarah yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat rukun tetangga (RT). “Hari ini kita membahas usulan-usulan yang kemarin sudah dimusyawarahkan melalui Musyawarah Desa, yang usulannya melalui RT-RT yang berada di dusun masing-masing,” kata Arsyad, menekankan pentingnya partisipasi dari tingkat paling bawah.
Musrenbangdes ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, menunjukkan komitmen desa terhadap partisipasi aktif warga. Peserta yang hadir meliputi ketua RT, kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan PKK, Karang Taruna, lembaga adat, gabungan kelompok tani, tokoh pendidikan, serta sejumlah perusahaan mitra yang beroperasi di sekitar desa. Kehadiran beragam perwakilan ini memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan menyuarakan aspirasinya.
Dalam forum tersebut, beragam usulan disampaikan. Mulai dari rehabilitasi jalan, peningkatan akses pupuk bagi kelompok tani, hingga pelatihan peningkatan kapasitas bagi para pemuda. Pemerintah desa berkomitmen untuk menampung seluruh aspirasi ini, kemudian menyesuaikannya dengan kemampuan anggaran yang tersedia. “Artinya nanti desa akan memilah-milah sesuai dengan kemampuannya. Kita masih berpatokan pada anggaran tahun ini sementara, karena anggaran untuk tahun depan belum diterbitkan,” ujar Arsyad.
Beberapa program rutin dipastikan akan tetap berlanjut pada tahun 2026, menunjukkan keberlanjutan perhatian pemerintah desa terhadap kesejahteraan warga. Program-program tersebut meliputi pemberian beasiswa bagi warga kurang mampu, bantuan untuk penyandang disabilitas, penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), serta program rehabilitasi rumah warga.
Sementara itu, usulan dengan kebutuhan anggaran yang besar, seperti perbaikan jalan di Dusun Masaping RT 11, akan diajukan ke Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar). “Jalan itu kami harapkan bisa direalisasikan oleh kabupaten, karena nilai anggarannya cukup besar,” tandas Arsyad, berharap dukungan dari pemerintah daerah untuk proyek infrastruktur vital tersebut.
Dengan adanya Musrenbangdes ini, Desa Loa Duri Ulu berupaya mewujudkan pembangunan desa yang merata, berkelanjutan, dan benar-benar mencerminkan kebutuhan serta aspirasi seluruh masyarakatnya. Proses perencanaan partisipatif ini menjadi fondasi kuat bagi kemajuan desa di masa mendatang.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.