Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 26 Mei 2023 13:40 WIB ·

Jagung Blora Jadi Mie dan Keripik, Entaskan Kemiskinan Ekstrem


					Jagung Blora Jadi Mie dan Keripik, Entaskan Kemiskinan Ekstrem Perbesar

Inovasi Pangan Jagung Blora: Dinsos P3A Latih Perempuan Desa Jadi Pengusaha Olahan

Blora, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Tanaman jagung yang selama ini hanya diolah menjadi nasi jagung di Desa Kepoh, Kecamatan Jati, Blora, kini dikembangkan melalui inovasi pangan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui pelatihan yang diselenggarakan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, jagung diubah menjadi tepung jagung, mie jagung, hingga keripik jagung (tortilla) yang memiliki daya jual di pasaran.

Kegiatan ini merupakan upaya konkret Pemerintah Kabupaten Blora untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan keluarga di desa yang masuk dalam kategori Kemiskinan Ekstrem tersebut.

Target Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Kepala Dinsos P3A Blora, Indah Purwaningsih, berharap inisiatif ini dapat memberikan dampak signifikan pada kesejahteraan masyarakat.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat menambah keterampilan perempuan di Desa Kepoh, sehingga dapat meningkatkan penghasilan keluarga. Ini juga merupakan langkah nyata untuk mengentaskan kemiskinan di desa setempat, yang merupakan salah satu desa dengan status Kemiskinan Ekstrem,” ujar Indah Purwaningsih pada Kamis, 25 Mei 2023.

Pelatihan yang mengusung tema Pelatihan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) ini dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 25 hingga 26 Mei 2023. Dinsos P3A Blora bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah, mendatangkan fasilitator pelatihan dari Yayasan Satu Karsa Karya Surakarta untuk memberikan pendampingan teknis.

Manfaatkan Potensi Lokal Melalui Inovasi
Sebanyak 20 orang perempuan yang namanya terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi peserta aktif dalam pelatihan ini. Materi pembuatan olahan jagung dipilih berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan dan potensi lokal yang dilaksanakan pada pelatihan tahap I sebelumnya.

Pemetaan tersebut mengidentifikasi bahwa Desa Kepoh memiliki potensi bahan baku jagung yang melimpah. Oleh karena itu, pelatihan tahap II ini difokuskan untuk mengoptimalkan potensi lokal yang tersedia, mengolah jagung menjadi produk makanan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, dan berpotensi dipasarkan keluar daerah Desa Kepoh. Hal ini merupakan strategi efektif dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis sumber daya yang ada.

Dalam pelaksanaannya, peserta pelatihan dibagi menjadi tiga kelompok. Setelah pelatihan berakhir, setiap kelompok akan mendapatkan bantuan peralatan produksi untuk memulai usaha mereka.

“Peserta akan mendapat bantuan sejumlah peralatan untuk pembuatan olahan berbahan dasar jagung. Bantuan tersebut meliputi blender, oven listrik, kompor, panci, dan sejumlah alat lain yang dibutuhkan untuk proses produksi,” jelas Indah Purwaningsih.

Diharapkan, dengan bekal ilmu, keterampilan, dan bantuan peralatan ini, kelompok perempuan di Desa Kepoh dapat segera memproduksi dan memasarkan olahan jagung secara mandiri, sehingga kontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga dan pengentasan kemiskinan ekstrem dapat segera terwujud. Inisiatif ini menegaskan komitmen Pemkab Blora dalam memberdayakan perempuan sebagai agen perubahan ekonomi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 17 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menjemput Damai Demang Kentol: Kisah Batik Sumberparang Malang

10 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Simalakama di Kaki Bromo: Saat Penegak Adat Dibui Hukum Negara

8 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Ironi Desa Budaya Bantul Antara Pelestarian Dan Birokrasi

7 Agustus 2026 - 16:11 WIB

Sengketa Lahan Lempuing Jaya dan Sengkarut Arsip Desa

31 Juli 2026 - 20:33 WIB

Nestapa Subari: Sisi Lain Keadilan Restoratif Desa Trangkil

31 Juli 2026 - 07:37 WIB

Minta Maaf Tak Cukup, Sanksi Adat Menanti di Kuranji

30 Juli 2026 - 09:35 WIB

Trending di SOSBUD