Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

EKBIS · 19 Jun 2025 23:34 WIB ·

Rendang Cokelat Malibou: Inovasi Kuliner Minang Mendunia


					Rendang Coklat Malibou, Oleh-oleh Khas Padang Pariaman Wajib Coba Perbesar

Rendang Coklat Malibou, Oleh-oleh Khas Padang Pariaman Wajib Coba

Padang Pariaman [DESA MERDEKA] Rendang, hidangan ikonik dari ranah Minang, telah lama diakui sebagai salah satu kuliner terlezat di dunia. Kehadirannya selalu menjadi primadona, terutama saat momen spesial atau perayaan. Di tengah kekayaan cita rasa rendang yang sudah melegenda, kini muncul sebuah inovasi menarik yang berhasil mencuri perhatian: Rendang Cokelat Malibou.

Rendang Cokelat ini merupakan buah tangan kreatif dari seorang pengusaha kuliner ulung, Hajjah Usnaiti. Dengan tangan dinginnya, Hajjah Usnaiti berhasil memadukan kekayaan rempah rendang dengan sentuhan manis dan unik dari cokelat. Produk inovatif ini diproduksi di Malibou Anai, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, sebuah lokasi yang memang kental dengan tradisi kuliner Minang.

Foto Bersama Jurnalis Media Desa Merdeka Ali Akbar dan Indra Dewi (no.2 dan no.4 dari kiri) dengan Owner Randang Coklat Malibou Hajjah Usnaiti (no.3 dari kiri) serta Pengusaha UMKM Patrianty Astuti, Kamis (19/06/2025) di Rumah Produksi Randang Coklat Malibou, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam.

Ide menciptakan rendang cokelat bermula dari keinginan Hajjah Usnaiti untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda namun tetap mempertahankan identitas kuliner Minang. “Kami ingin memberikan pengalaman rasa baru bagi para pencinta rendang, tanpa mengurangi esensi dari rendang itu sendiri,” ungkap Hajjah Usnaiti saat ditemui di rumah produksinya pada Kamis (19/06/2025) oleh pewarta media Desamerdeka.id.

Proses pembuatan Rendang Cokelat Malibou tidak dilakukan sembarangan. Bahan-bahan pilihan, mulai dari daging sapi segar, rempah-rempah asli Minang, hingga cokelat berkualitas tinggi, diproses dengan cermat dan higienis. Resep turun-temurun dipadukan dengan teknik modern untuk menghasilkan rendang cokelat dengan tekstur empuk, bumbu meresap sempurna, dan sentuhan cokelat yang harmonis di lidah.

Kehadiran Rendang Cokelat Malibou menjadi bukti nyata bahwa kuliner tradisional mampu beradaptasi dan berinovasi tanpa kehilangan jati dirinya. Rendang, yang merupakan warisan budaya tak benda Indonesia, kini memiliki dimensi rasa baru yang siap memanjakan lidah para penikmat kuliner.

Produk ini tidak hanya menyasar pasar lokal, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional bahkan internasional. Dengan kemasan menarik dan cita rasa unik, Rendang Cokelat Malibou Hajjah Usnaiti siap menjadi salah satu oleh-oleh khas Padang Pariaman yang wajib dicoba oleh siapa pun, baik masyarakat umum maupun wisatawan.

Sebagai bagian dari kekayaan kuliner Padang Pariaman yang memang dikenal sebagai salah satu sentra rendang terbaik, Rendang Cokelat Malibou diharapkan dapat semakin mengangkat nama daerah tersebut. Inovasi Hajjah Usnaiti ini juga menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM lainnya untuk terus berkreasi dan menghasilkan produk-produk berkualitas yang dapat membanggakan Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 362 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tenaga Muda Profesional Siap Sulap BUMDes Jadi Korporasi Desa

2 Mei 2026 - 11:32 WIB

Rapat Via Zoom Bersama Bakrie Center Foundation (BCF), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDT), serta Forum BUMDes Indonesia (FBI)

Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan

11 April 2026 - 12:27 WIB

Pajak Air Sawit: Antara Keuntungan Perusahaan dan Hak Desa

11 April 2026 - 12:08 WIB

UMKM Sundawenang Naik Kelas: Strategi Digital di Balai Desa

11 April 2026 - 02:09 WIB

Jangan Tunggu Viral: Merek Adalah Perisai UMKM Desa

7 April 2026 - 20:16 WIB

Menenun Identitas Ranah Minang Melalui Proteksi Kekayaan Intelektual

6 April 2026 - 16:41 WIB

Trending di EKBIS