Maluku Utara [DESA MERDEKA] – Hujan deras tanpa henti selama tiga hari berturut-turut telah mengubah wajah Ohoi Ohoiel, Kecamatan Kei Besar, Maluku Tenggara, menjadi lanskap pilu. Luapan dua sungai besar tak hanya merendam pemukiman, namun juga meninggalkan jejak kerusakan parah dan trauma mendalam bagi warganya. Musibah ini sontak menarik perhatian Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, yang sigap meninjau lokasi bencana pada Selasa (3/6/2025).
Penjabat (Pj) Kepala Ohoi Ohoiel, Jempi Oni Betaubun, mengapresiasi respons cepat Bupati Thaher dalam melihat langsung dampak banjir Maluku Tenggara ini. “Banjir membawa material seperti batu, tanah, dan pohon tumbang yang kemudian menyumbat saluran air menuju laut,” ungkap Jempi melalui sambungan telepon pada Rabu (4/6/2025), menjelaskan penyebab utama bencana. Penyumbatan ini memperparah genangan dan mempercepat kerusakan infrastruktur vital.
Dampak yang ditimbulkan oleh banjir di Kei Besar ini sangat signifikan. Jempi merinci, “Ada dua rumah warga rusak berat, tiga rumah rusak ringan, dan dua dapur di asrama juga rusak. Jalan raya dalam kampung pun mengalami kerusakan.” Kerugian materiil ini menjadi beban berat bagi masyarakat setempat. Namun, yang paling mengerikan adalah insiden Dortea Retraubun (64) yang sempat hanyut terseret arus deras ke laut, beruntung berhasil diselamatkan warga. Kisah ini menjadi gambaran betapa dahsyatnya dampak banjir Ohoiel yang mengancam keselamatan jiwa.
Menanggapi kondisi darurat ini, Bupati Thaher Hanubun menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera melakukan pemulihan pascabanjir. Usai meninjau langsung kerusakan rumah dan jalan, Bupati menyatakan, “Saya minta pejabat kepala ohoi dan camat segera melaporkan titik lokasi dua rumah yang perlu direlokasi agar proses pembangunan segera dimulai. Jangan ditunda, ini demi keselamatan warga.” Pernyataan ini memberikan harapan bagi warga Ohoiel yang kini tengah berjuang bangkit dari keterpurukan. Pemerintah daerah berjanji akan merenovasi rumah warga serta memperbaiki fasilitas publik yang terdampak, termasuk jalan dan talut.
Jempi Betaubun turut menyampaikan harapannya agar Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Maluku Tenggara dapat segera membantu renovasi rumah warga, perbaikan jalan, serta pengerukan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan. Harapan ini selaras dengan ajakan Bupati Thaher kepada masyarakat untuk tetap kuat dan bersatu menghadapi musibah ini. “Harapan saya, warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Pemerintah tidak tinggal diam. Kita akan pulihkan secepat mungkin dan pastikan tidak ada warga yang dibiarkan menderita sendiri,” pungkasnya, menegaskan bahwa bantuan banjir Maluku Tenggara akan segera direalisasikan.
Banjir akibat hujan deras tiga hari terakhir ini juga merendam sejumlah desa lain di Pulau Kei Besar, seperti Ohoi Weduar, Tamngil, Ohoirenan, dan Udar. Kondisi ini menunjukkan perlunya kewaspadaan lebih lanjut terhadap bencana alam Maluku Utara dan urgensi penanganan komprehensif dari seluruh pihak.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.