Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 6 Jun 2025 21:21 WIB ·

Idul Adha 2025: Glagahagung Pecahkan Rekor Kurban!


					Deretan sapi kurban yang siap disembelih di halaman Masjid An Nur, Dusun Jatiluhur, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, pada Jumat (6/6). (Image courtesy : JPRG) Perbesar

Deretan sapi kurban yang siap disembelih di halaman Masjid An Nur, Dusun Jatiluhur, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, pada Jumat (6/6). (Image courtesy : JPRG)

Purwoharjo, Banyuwangi [DESA MERDEKA] Semangat kebaikan dan gotong royong menyelimuti Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, menjelang perayaan Iduladha 1446 H. Tahun ini, desa tersebut berhasil mencetak rekor jumlah hewan kurban yang fantastis. Sebanyak 142 ekor sapi dan 96 ekor kambing terkumpul dari sumbangan warga, menunjukkan antusiasme luar biasa dalam berbagi.

Kepala Desa Glagahagung, Mimin Budiati, mengungkapkan rasa syukurnya atas partisipasi aktif masyarakat. “Ini adalah wujud syukur dan semangat kebersamaan warga Glagahagung. Total 23 ton daging, terdiri dari 21 ton daging sapi dan 2 ton daging kambing, berhasil dikumpulkan,” ujar Mimin. Daging kurban ini akan didistribusikan kepada 2.800 kepala keluarga (KK) di tiga dusun Desa Glagahagung, yaitu Jatiluhur, Jatirejo, dan Jatimulyo. Setiap KK diperkirakan akan menerima 2 hingga 4 kilogram daging. Jika terdapat kelebihan, daging akan dibagikan kepada warga di desa tetangga yang membutuhkan.

Proses penyembelihan dan pendistribusian daging kurban melibatkan seluruh warga desa dan dipusatkan di 15 masjid yang tersebar di Glagahagung. Enam masjid berada di Dusun Jatimulyo, dua masjid di Dusun Jatirejo, dan tujuh masjid di Dusun Jatiluhur. Masjid An Nur di Dusun Jatiluhur menjadi lokasi penyembelihan terbanyak dengan 38 ekor sapi, disusul Masjid Al Amin di Dusun Jatirejo dengan 18 ekor sapi dan 2 ekor kambing.

Menariknya, budaya berkurban dalam jumlah besar ini telah menjadi tradisi tahunan di Glagahagung sejak sepuluh tahun terakhir. Mimin Budiati menjelaskan bahwa ada semacam “persaingan sehat” antarmasyarakat dalam hal kebaikan. “Warga berlomba-lomba untuk berkurban. Jika tidak ikut, mereka merasa malu,” kata Mimin. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan tingkat religiusitas, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kerukunan antarumat beragama di desa tersebut. “Kami juga membagikan daging kurban kepada warga non-muslim sebagai bentuk toleransi dan kerukunan,” tambahnya.

Muryanto, Ketua Panitia Hewan Kurban Masjid An Nur, Dusun Jatiluhur, menjelaskan rahasia di balik tingginya partisipasi. “Jemaah di masjid kami rutin menabung Rp 2,4 juta per tahun. Uang tabungan ini kemudian dikumpulkan dan dibelikan sapi kurban,” jelas Muryanto. Lebih dari 200 orang jemaah turut serta dalam proses penyembelihan dan penanganan daging kurban di Masjid An Nur, memastikan semuanya berjalan lancar dan efisien. Tradisi menabung ini mempermudah warga untuk berkurban setiap tahunnya, dan dampaknya terlihat jelas dari jumlah hewan kurban yang terus meningkat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 179 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Terlihat Janggal dan Terlalu Dini, Pengacara Tersangka Kasus Pupuk “Ilegal” Tulungagung Angkat Bicara

25 Mei 2026 - 22:52 WIB

Strategi BUMDes dan Pemda Jaga Pangan Lokal dari Impor

24 Mei 2026 - 16:47 WIB

Indonesia di Persimpangan: Restorasi Kepercayaan Ekonomi Menembus Batas Desa

23 Mei 2026 - 14:58 WIB

Masyarakat Adat Tolak Skema Hutan Desa Sorong Selatan

22 Mei 2026 - 15:00 WIB

Mini Soccer Kalibukbuk: Hiburan Sehat Pemicu Ekonomi Desa

18 Mei 2026 - 14:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 29: Menguatkan Ekonomi Kreatif

17 Mei 2026 - 16:42 WIB

Trending di RAGAM