Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 6 Jun 2025 17:45 WIB ·

Optimalisasi Kurban: Pengusaha Desa Pergam Berbagi Rezeki


					Iskandar, pengusaha asal Desa Pergam, berpose di dekat salah satu sapi Limosin berbobot 700 kg yang akan ia kurbankan. Perbesar

Iskandar, pengusaha asal Desa Pergam, berpose di dekat salah satu sapi Limosin berbobot 700 kg yang akan ia kurbankan.

Bangka Selatan [DESA MERDEKA] Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali menggema menjelang Hari Raya Iduladha. Di Desa Pergam, Bangka Selatan, seorang pengusaha material dan perkebunan sawit, Iskandar, menunjukkan teladan dengan berkurban empat ekor sapi. Aksi mulia ini tidak hanya menjadi wujud kepatuhan beragama, tetapi juga cerminan nyata dari filosofi berbagi keuntungan usaha kepada masyarakat.

Tahun ini, Iskandar mengurbankan tiga sapi berjenis Limosin dan satu sapi Bali. Salah satu sapi Limosin miliknya bahkan memiliki bobot fantastis, mencapai 700 kilogram. “Kurban ini adalah bentuk kepedulian kepada sesama, melaksanakan kewajiban bagi yang mampu sebagai umat muslim. Yang terpenting, saya ingin masyarakat bisa ikut merasakan sedikit keuntungan dari usaha yang saya jalankan,” ungkap Iskandar, Kamis (5/6).

Pria yang dikenal dermawan ini berharap tindakannya dapat menginspirasi pengusaha lain di Bangka Selatan untuk turut berkontribusi bagi masyarakat. “Saya ingin memberikan contoh kepada teman-teman pengusaha lainnya, yang ada penghasilan di Basel, agar bisa berkontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.

Strategi Promosi dan Dampak Sosial

Distribusi hewan kurban dari Iskandar juga dirancang untuk memberikan dampak yang lebih luas. Satu ekor sapi diserahkan kepada Desa Bencah, sementara tiga ekor sapi lainnya didistribusikan di Desa Pergam. Sapi-sapi Limosin yang dikurbankan memiliki bobot bervariasi antara 500 hingga 700 kilogram, sementara sapi Bali berbobot sekitar 400 kilogram.

Menurut Iskandar, pembelian sapi-sapi kurban ini merupakan hasil dari akumulasi keuntungan usahanya selama beberapa tahun. Ia merasa bersyukur impiannya untuk berkurban sapi dapat terwujud pada tahun ini. “Kepada teman-teman pengusaha, mari kita saling berbagi ke masyarakat. Besar kecil yang diberikan pasti bisa bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya dengan penuh harap.

Aksi Iskandar ini menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan finansial dapat beriringan dengan tanggung jawab sosial. Semangat berbagi rezeki melalui kurban diharapkan dapat terus menular, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat di Bangka Selatan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kisah Warga Pasimarannu: Evakuasi Mandiri Cepat dari Gempa

15 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Lingkaran Setan Pesisir Meranti: Mengapa Kursi Kepala Desa Sepi Peminat?

14 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Cegah Stunting, Posyandu Mawar Balitata Kawal Tumbuh Kembang Balita

12 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Menggarami Lautan Lunang: Kritik Perda Bencana & Siasat APBDes

12 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Dukung Sport Tourism, BOM Run 2026 Dongkrak Sektor UMKM Padang

9 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Sinergi Antardesa: Cara Budi Prasetyawan Hidupkan Ekonomi Warga

8 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Trending di RAGAM