Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMERINTAHAN · 3 Jun 2025 15:48 WIB ·

Pekerja Migran Sumbar: Peluang Emas di Kancah Global


					Pekerja Migran Sumbar: Peluang Emas di Kancah Global Perbesar

Padang [DESA MERDEKA]Angkatan kerja di Sumatera Barat (Sumbar) didorong untuk lebih gencar memanfaatkan peluang kerja di luar negeri. Selain menjanjikan peningkatan taraf hidup, bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) juga membuka gerbang transfer pengetahuan dan keterampilan yang krusial bagi pembangunan kampung halaman. Hal ini disampaikan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI RI, Abdul Kadir Karding, dalam silaturahimnya dengan jajaran kepala daerah se-Sumbar di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Selasa (3/6/2025).

Data Kementerian P2MI tahun 2025 menunjukkan bahwa baru 1.854 pekerja asal Sumbar yang meniti karier di mancanegara. Jumlah ini dinilai masih bisa ditingkatkan secara signifikan. “Mental dan pengetahuan orang Sumbar tak perlu diragukan. Jiwa perantau sudah mendarah daging sejak dulu,” ujar Menteri Abdul. “Tinggal bagaimana kita fokus melatih keterampilan mereka. Selama bekerja di luar negeri, transfer ilmu dan skill akan terjadi, sangat berguna saat mereka kembali membangun kampung halaman.”

Kementerian P2MI, sebagai kementerian yang baru dibentuk, memprioritaskan dua hal sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto: meningkatkan kualitas perlindungan terhadap PMI, dan memaksimalkan penempatan PMI terampil demi kesejahteraan mereka, yang pada akhirnya akan mendongkrak devisa negara. “Hingga Mei tahun ini, ada sekitar 1,7 juta job order dari luar negeri yang siap diisi. Mayoritas di sektor formal seperti perawat, teknisi, dan juru masak, dengan potensi pendapatan Rp15 juta hingga Rp30 juta per bulan,” tambah Abdul. “Ke depan, pelatihan akan kami fokuskan pada sektor-sektor formal ini.”

Senada dengan Menteri Abdul, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa merantau telah menjadi identitas kultural masyarakat Minang. Meskipun demikian, tantangan terkait perlindungan tenaga kerja di luar negeri masih menjadi perhatian. “Pemerintah Provinsi Sumbar telah membentuk Satgas khusus untuk meningkatkan perlindungan PMI, melibatkan berbagai instansi terkait,” jelas Mahyeldi. “Data 2024 menunjukkan 1.473 warga Sumbar bekerja di luar negeri, dengan Malaysia, Jepang, dan beberapa negara lain sebagai tujuan utama.”

Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen penuh untuk menjadi provinsi unggul dalam penyediaan pekerja migran berkualitas guna memaksimalkan peluang global. “Terkait isu perlindungan, kami juga memiliki perkumpulan Minang Diaspora di berbagai negara, dan komunikasi pemerintah dengan mereka terus terjalin erat,” pungkas Mahyeldi. Silaturahim ini turut dihadiri Wagub Sumbar Vasko Ruseimy, Pj Sekda Sumbar Yozarwardi UP, serta sejumlah kepala daerah kabupaten/kota se-Sumbar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BPD Jadi Kunci Sukses Makan Bergizi di Desa

8 Mei 2026 - 00:30 WIB

Satu Desa Satu Operator: Kunci Bantuan Tepat Sasaran

30 April 2026 - 05:30 WIB

Retret Akmil: Gembleng Pimpinan DPRD Demi Pembangunan Desa Efektif

20 April 2026 - 08:36 WIB

Lilin Desa: Visi Hatta Lewat Jutaan Bibit Kelapa

4 April 2026 - 19:39 WIB

Cair Serentak: Strategi Amankan Rp900 Ribu dari Dana Desa

16 Maret 2026 - 06:34 WIB

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo

11 Maret 2026 - 21:03 WIB

Trending di PEMERINTAHAN