Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

JALAN JAJAN · 27 Mei 2025 11:20 WIB ·

Tenun Desa Sade Naik Kelas: Label Khusus Dongkrak Nilai Jual!


					Wakil Bupati Lombok Tengah, H.M. Nursiah (tengah), mendampingi Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa (kiri), saat mengunjungi Desa Wisata Sade, Lombok Tengah, Jumat (23/5/2025). Kunjungan ini membahas rencana inventarisasi dan pelabelan produk kerajinan lokal guna meningkatkan kualitas dan daya saing. Perbesar

Wakil Bupati Lombok Tengah, H.M. Nursiah (tengah), mendampingi Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa (kiri), saat mengunjungi Desa Wisata Sade, Lombok Tengah, Jumat (23/5/2025). Kunjungan ini membahas rencana inventarisasi dan pelabelan produk kerajinan lokal guna meningkatkan kualitas dan daya saing.

Lombok Tengah [DESA MERDEKA] Pesona kain tenun Desa Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, akan semakin memikat. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, di bawah arahan Wakil Bupati H.M. Nursiah, menyambut positif usulan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI, Ni Luh Puspa, terkait pentingnya pelabelan produk kerajinan lokal, terutama kain tenun songket yang melegenda.

Nursiah menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk lokal telah menjadi agenda prioritas pemerintah daerah. Kebijakan strategis ini bahkan telah diinstruksikan untuk diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lombok Tengah melalui dinas perdagangan.

“Khususnya di Desa Sade, peningkatan kualitas produk lokal, terutama hasil tenun kita, memang sangat dibutuhkan. Dengan adanya pelabelan, ini bisa menjadi instrumen promosi yang efektif, tidak hanya di kancah nasional tetapi juga internasional,” ungkap Nursiah di Praya, Senin (26/5/2025).

Mantan Sekretaris Daerah Lombok Tengah ini menyoroti kain tenun sebagai salah satu daya tarik utama wisatawan yang berkunjung. Oleh karena itu, langkah konkret berupa inventarisasi produk di Desa Sade akan segera dilakukan. Tujuannya adalah memetakan produk mana saja yang layak ditingkatkan kualitasnya dan diberikan label khusus sebagai penjamin mutu dan keaslian.

“Kami akan mengidentifikasi mana produk yang kualitasnya perlu dipertahankan dan ditingkatkan, serta mana produk asli Desa Sade. Jika ada produk dari luar yang masuk, tentu akan ada pembinaan dari dinas perdagangan,” lanjut Nursiah.

Sebelumnya, dalam kunjungannya pada Jumat (23/5/2025), Wamenpar Ni Luh Puspa menekankan potensi besar dari pelabelan produk. Ia mencontohkan kain tenun songket Sade yang dibuat menggunakan alat tenun tradisional atau dikenal dengan istilah “Nyensek”.

“Tujuannya agar kita bisa meningkatkan value (nilai) dari produk yang sudah dibuat. Tenun itu kan story telling-nya kuat sekali. Ketika wisatawan datang, mereka diceritakan tahapan menenun, filosofi di baliknya, hingga fakta bahwa menenun merupakan syarat bagi perempuan untuk menikah, serta berapa lama sehelai kain ditenun,” papar Ni Luh Puspa.

Menurut Wamenpar, era pariwisata saat ini mengedepankan story telling tourism. Pelabelan, seperti yang telah berhasil diterapkan di Bali pada produk baju bordir, terbukti mampu memberikan nilai tambah ekonomis yang signifikan.

“Saya pikir hal-hal seperti itu perlu diperkuat. Apalagi tenun Sade ini, satu kain bisa dibuat berbulan-bulan. Jika kita menyertakan story telling tentang siapa nama pembuatnya dan berapa lama proses pembuatannya, pasti akan menambah nilai jualnya,” pungkas Ni Luh Puspa. Dengan adanya label, diharapkan produk Desa Sade, khususnya tenun, akan semakin berdaya saing dan mendunia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Satu Abad Jam Gadang, Momen Kebangkitan Wisata Minang

30 Mei 2026 - 05:43 WIB

Paket Wisata Hotel Mewah Wajib Gandeng Desa Wisata

17 Mei 2026 - 21:31 WIB

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan

13 Mei 2026 - 09:40 WIB

Terobosan Guru MGMP IPS: Ubah Benteng Tua Jadi Ruang Kelas

2 Mei 2026 - 08:19 WIB

Bandara Mentawai Diperpanjang Akses Wisata Desa Kian Terbuka

29 April 2026 - 20:40 WIB

Vila Bodong Menjamur, Desa Hanya Jadi Penonton?

26 April 2026 - 13:07 WIB

Trending di JALAN JAJAN