Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

IPTEK · 21 Mei 2023 17:46 WIB ·

Tri Mumpuni: Teknologi Desa Harus Milik Rakyat, Bukan Investor


					Tri Mumpuni: Teknologi Desa Harus Milik Rakyat, Bukan Investor Perbesar

Keterlibatan Warga Kunci Utama Ciptakan Kemandirian Ekonomi Desa

Jakarta [DESA MERDEKA] Pakar energi terbarukan dan Direktur Eksekutif Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), Tri Mumpuni, menegaskan bahwa setiap kehadiran teknologi di wilayah desa, termasuk energi bersih, harus melibatkan dan memberikan keuntungan langsung kepada masyarakat. Konsep ini penting untuk mencegah desa terjerat dalam kemiskinan yang seringkali disebabkan oleh pembangunan yang hanya berpihak pada investor.

Tri Mumpuni, yang dijuluki “perempuan listrik”, menekankan bahwa desa harus mampu menghasilkan uang dari pemanfaatan sumber daya lokal yang dibangun. “Kita datangkan teknologi dan finansial, tetapi ini tetap dimiliki rakyat,” ujarnya, seperti dilansir dari DW Indonesia.

Model PLTMH Berbasis Kerakyatan
Konsep kerakyatan ini diwujudkan Tri Mumpuni tidak hanya sekadar menyediakan penerangan, melainkan melalui model Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berbasis masyarakat. Dalam model yang dikembangkannya, kepemilikan aset dibagi secara adil: 50 persen dimiliki oleh swasta atau investor, dan 50 persen sisanya dimiliki oleh masyarakat, yang dikelola melalui koperasi.

Model ini telah sukses diterapkan, salah satunya di PLTMH Cinta Mekar, Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang dibangun pada tahun 2002. Kelebihan kapasitas listrik yang dihasilkan oleh PLTMH tersebut dijual secara komersial kepada PLN. Keuntungan dari penjualan ini kemudian dialirkan kembali ke masyarakat dalam bentuk konkret, seperti subsidi biaya sekolah anak-anak desa, subsidi kesehatan, atau sebagai modal untuk usaha swadaya masyarakat.

Akar Masalah Kemiskinan Desa
Tri Mumpuni menyoroti bahwa munculnya usaha swadaya di tengah masyarakat desa merupakan hal esensial. Selama ini, banyak pembangunan di desa cenderung hanya melibatkan investor, yang pada akhirnya memisahkan masyarakat dari sumber daya alam dan ekonomi di wilayah mereka sendiri.

“Banyak sekali regulasi yang dibuat pemerintah ternyata menjurus, membawa atau lead kepada terjadinya kemiskinan,” kata perempuan yang telah aktif membangun PLTMH sejak tahun 1997 ini.

Ia menjelaskan bahwa seringkali pemerintah daerah merasa bangga bisa menghadirkan investor, namun investor tersebut cenderung hanya membutuhkan sumber daya alam (resources) desa tanpa melibatkan masyarakat lokal secara signifikan.

“Dia punya teknologi, dia punya manajemen yang bagus, tapi ternyata dia hanya perlu resources-nya saja. Dia tidak melibatkan masyarakatnya. Di sinilah muncul kemiskinan,” tegasnya.

Menurutnya, kemiskinan adalah gejala (simtom). Akar masalah kemiskinan yang sejati adalah ketika masyarakat dipisahkan dari sumber daya lokal di mana mereka tinggal. Dengan model yang dikembangkan IBEKA, keterlibatan masyarakat memastikan teknologi dan investasi bukan hanya memberikan penerangan, tetapi juga menciptakan kemandirian dan sirkulasi ekonomi lokal yang berkelanjutan. Model ini menjadi solusi nyata untuk mengatasi ketergantungan dan mengembalikan hak pengelolaan sumber daya kepada rakyat desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 94 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Proyek Internet Desa: Ladang Cuan Vendor, Perangkat Cepat Modar

9 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Tinggalkan Semaian Alami Petani Solok Uji Tanam Instan

29 Juli 2026 - 15:13 WIB

Padi Semi Organik Kemetul: Panen Melimpah, Petani Sumringah

28 Juli 2026 - 13:55 WIB

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Trending di IPTEK