Tuban, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Para kepala desa (kades) di Kabupaten Tuban mulai menunjukkan keresahan akibat Dana Desa (DD) tak kunjung cair hingga memasuki bulan Mei 2025. Keterlambatan pencairan ini menyebabkan sejumlah program pembangunan desa yang telah direncanakan terancam tertunda.
Ketua DPC Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Kabupaten Tuban, Suhadi, mengungkapkan bahwa ketidakjelasan pencairan DD ini sangat menghambat jalannya program pembangunan di desa. “Jelas program pembangunan desa juga terhambat. Saya tidak tahu pasti alasan mengapa DD di Kabupaten Tuban belum juga cair,” ujarnya pada Kamis (1/5/2025).
Suhadi juga merasa heran dengan kondisi ini. Pasalnya, ia menerima informasi bahwa kabupaten lain di Jawa Timur sudah berhasil mencairkan Dana Desa dan memanfaatkannya untuk mempercepat pembangunan. “Kabupaten lain bisa cair, kenapa Tuban tidak bisa? Kami berharap DD segera cair,” terang Kades Sumberejo, Kecamatan Rengel, Tuban.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) Kabupaten Tuban, Sugeng Purnomo, meminta para kepala desa untuk bersabar. Ia menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan kajian mendalam terkait regulasi penggunaan Dana Desa. “Kita harus berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan langkah dan bertentangan dengan regulasi,” ungkap Sugeng Purnomo.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban berjanji akan berupaya secepat mungkin agar Dana Desa dapat dicairkan dan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Kendati demikian, Sugeng Purnomo kembali mengimbau pihak desa untuk bersabar sembari menunggu hasil kajian yang sedang dilakukan oleh Pemda. “Secepatnya kita upayakan bisa cair, namun tetap harus sabar menunggu hasil kajian Pemda,” imbaunya. Diketahui, alokasi Dana Desa untuk 312 desa di Kabupaten Tuban pada tahun ini mencapai Rp307.052.105.000.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.