Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 18 Mei 2023 19:25 WIB ·

Anjangsana: Jurus MTs Sumberejo Jaga Kekompakan Guru Desa


					Anjangsana: Jurus MTs Sumberejo Jaga Kekompakan Guru Desa Perbesar

Pasuruan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Di tengah gempuran kesibukan kurikulum, MTs Yayasan Gerbang Walisongo Desa Sumberejo, Pasuruan, memilih jalur berbeda untuk menjaga kewarasan dan kekompakan timnya. Melalui tradisi Anjangsana, para guru di madrasah ini rutin melakukan kunjungan keliling hingga lintas kabupaten guna menghapus sekat birokrasi dan mempererat persaudaraan.

Kegiatan periodik ini digagas langsung oleh Kepala Sekolah MTs Walisongo, Rofi’i, S.Pd.I. Tujuannya sederhana namun mendalam: memperkenalkan keluarga masing-masing guru dan memastikan kerukunan tetap terjaga di luar jam mengajar.

Menembus Sekat Jabatan dengan Senda Gurau
Menariknya, anjangsana ini tidak mengenal kasta. Kepala sekolah hingga guru honorer berbaur dalam satu mobil Elf saat menempuh perjalanan jauh ke Sidoarjo atau Kota Pasuruan. Bahkan, guru yang sudah purna tugas (pensiun) tetap menjadi tujuan kunjungan, sebuah tanda bahwa pengabdian di desa tidak pernah dilupakan.

“Hari ini kita menghilangkan pikiran-pikiran yang kurang segar dengan bersenda gurau dan tertawa bersama,” ujar Rofi’i. Baginya, anjangsana adalah momen untuk memulihkan energi setelah rutinitas mengajar yang padat.

Wisata Religi Sebagai Penutup Segar
Tidak hanya sekadar bertamu, rombongan guru dari Desa Sumberejo ini menutup rangkaian silaturahmi dengan ziarah religi ke makam Mbah Kiai H. Abd Khamid dan berwisata ke Payung Madina Pasuruan. Tradisi ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sekolah di desa memerlukan sentuhan humanis, bukan sekadar administrasi kaku.

“Yo anjangsana yo seneng- seneng ( ya silahturohim ya bersenang- senang ) kita nikmati bersama,” pungkas Rofi’i. Semangat kekeluargaan inilah yang menjadi fondasi kuat bagi MTs Walisongo dalam mendidik anak-anak desa dengan hati yang segar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Galodo Arosuka: Bantuan Perantau S3 dan Realita Ratusan Korban

6 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Darurat Kasus Kekerasan Seksual: Mengapa Jalur Damai Melanggar UU TPKS?

4 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Menggugat Alarm Mitigasi dari Hulu Nagari

2 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Trending di SOSBUD