Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 10 Mar 2025 08:20 WIB ·

Petani Pangandaran Berjuang Selamatkan 500 Hektar Sawah dari Serangan Air Laut


					Petani Pangandaran Berjuang Selamatkan 500 Hektar Sawah dari Serangan Air Laut Perbesar

Pangandaran [DESA MERDEKA] – Ratusan petani di tiga desa di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menunjukkan semangat juang tinggi dalam menghadapi bencana alam. Mereka berbondong-bondong menggali pasir laut untuk menyelamatkan sekitar 500 hektar sawah yang terendam air laut akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (7/3/2025) malam itu, memaksa para petani bekerja keras di tengah kegelapan, dengan peralatan seadanya, seperti cangkul dan sekop, mereka berupaya mengalirkan kembali air laut yang menggenangi sawah.

“Kami tidak punya pilihan lain. Kalau tidak segera digali, air asin ini bisa merusak padi yang sudah hampir panen,” ungkap Asep Irfan Alawi, salah satu petani yang turut berjuang di malam itu.

Dampak Luas dan Upaya Mandiri

Sawah yang terdampak berada di Desa Legokjawa, Desa Batumalang, dan Desa Masawah. Fenomena ini terjadi akibat pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanya, yang masuk melalui sungai dan meluap ke area persawahan.

Air asin yang meresap ke tanah dapat merusak kesuburan lahan dan menghambat pertumbuhan padi. Para petani pun berinisiatif menggali pasir laut secara manual untuk membuat saluran pembuangan air asin.

“Menggali pasir laut ini secara manual atau menggunakan alat alakadarnya, yaitu cangkul yang biasa dipakai untuk keperluan bertani,” jelas Asep.

Harapan Bantuan Pemerintah

Di tengah upaya penyelamatan yang melelahkan, para petani berharap adanya bantuan dari pemerintah. Mereka membutuhkan bibit baru dan solusi teknis untuk mencegah intrusi air laut yang berulang.

“Kini, kami hanya bisa berharap kondisi segera membaik agar tidak mengalami kerugian yang lebih besar,” kata Asep.

Semangat dan kerja keras para petani di Kecamatan Cimerak menjadi bukti ketangguhan mereka dalam menghadapi tantangan. Mereka siap berjuang demi mempertahankan hasil panen yang menjadi sumber penghidupan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Benteng Akar Bambu: Cara Warga Naiola Menjinakkan Erosi Sungai

18 Mei 2026 - 14:59 WIB

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Trending di LINGKUNGAN