Omzet Gula Semut Desa Puraseda Melejit di Ramadan, Beri Dampak Ekonomi Signifikan
Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, berhasil mencatatkan peningkatan omzet penjualan yang signifikan dari produk olahan gula semut (gula kiss) selama bulan Ramadan tahun ini. Keunggulan produk olahan gula aren yang lebih praktis dan tahan lama ini mampu mendongkrak omzet hingga mencapai puluhan juta rupiah, menunjukkan keberhasilan nyata program pemberdayaan ekonomi di tingkat desa.
Ketua PKK Desa Puraseda, Eneng Siti Fatimah, mengungkapkan rasa syukur atas lonjakan permintaan tersebut. “Alhamdulillah, pada bulan suci Ramadan ini, omzet kami mengalami peningkatan yang pesat. Pesanan terus berdatangan dari berbagai wilayah,” ujarnya pada Minggu (2/3/2025).
Usaha pembuatan gula semut yang telah dirintis sejak tiga tahun lalu ini kini mulai memetik hasil memuaskan, khususnya saat memasuki periode permintaan tinggi seperti Ramadan. Produk gula aren yang diproses menjadi butiran halus ini menjadi pilihan favorit karena kepraktisannya.
Proses Pengolahan dan Keunggulan Produk
Gula semut diproduksi melalui proses yang memerlukan waktu cukup panjang, melibatkan tahapan penghalusan dan pengovenan. Proses ini dirancang untuk menghasilkan gula aren yang memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan bentuk konvensional.
“Gula semut ini lebih praktis, lebih tahan lama, dan lebih mudah dinikmati. Keunggulan ini yang membuat produk kami banyak diminati, terutama untuk kebutuhan saat sahur dan berbuka,” jelas Eneng Siti Fatimah, menekankan faktor kepraktisan yang menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
Kendala Bahan Baku dan Harapan Ekspansi
Meskipun permintaan melonjak, pemasaran gula semut produksi PKK Desa Puraseda saat ini masih terbatas di wilayah Bogor dan sekitarnya. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan bahan baku gula aren.
“Saat ini, kami hanya mampu memasok ke wilayah Bogor dan sekitarnya karena bahan baku gula aren cukup sulit didapatkan,” ungkap Eneng, menyoroti tantangan dalam skala produksi.
Meskipun demikian, keberhasilan usaha ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian warga Desa Puraseda, terutama bagi anggota PKK yang aktif dalam proses produksi. Usaha ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjadi contoh konkret pemberdayaan perempuan di tingkat desa melalui kegiatan ekonomi produktif.
PKK Desa Puraseda berharap, ke depannya, usaha ini dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Mereka juga berupaya aktif mencari solusi terkait ketersediaan bahan baku agar kapasitas produksi dapat ditingkatkan untuk memenuhi tingginya permintaan pasar.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.