Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 2 Mar 2025 22:02 WIB ·

Tempe Sagu Ponorogo: Dari Desa Jebeng Menembus Pasar Global


					Tempe Sagu Ponorogo: Dari Desa Jebeng Menembus Pasar Global Perbesar

Ponorogo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Siapa sangka dari dapur sederhana di Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, lahir sebuah produk inovatif yang kini menjadi primadona di Malaysia, Singapura, hingga Hong Kong. Adalah Tempe Sagu Berkah, usaha milik Ahmad Roup yang membuktikan bahwa jarak 25 kilometer dari pusat kota bukanlah penghalang untuk mendunia.

Meski telah merambah pasar mancanegara sejak dirintis pada 2022, potensi Tempe Sagu Berkah kini memasuki babak baru melalui sentuhan digitalisasi. Mahasiswa KKN Tematik ke-36 Kelompok 35 Universitas Darussalam (Unida) Gontor hadir melakukan pendampingan intensif selama satu bulan untuk memperkuat ekosistem digital dan manajemen usaha produk unggulan tersebut.

Rahasia di Balik Omzet Rp20 Juta Per Bulan
Keunikan produk ini terletak pada penggunaan kedelai impor berkualitas tinggi yang dipadukan dengan sagu melalui proses produksi tradisional yang tetap terjaga. Kombinasi ini menghasilkan tekstur dan cita rasa khas yang diminati pasar internasional. Saat ini, kapasitas produksi mencapai 50 hingga 75 kilogram per hari dengan omzet bulanan yang stabil di angka Rp15-20 juta.

Untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing, tim KKN Unida Gontor melakukan perombakan pada sisi visual dan operasional, antara lain:

  • Rebranding Visual: Perancangan logo baru dan penggunaan kemasan vacuum yang lebih higienis agar produk memiliki masa simpan lebih lama untuk pengiriman jarak jauh.
  • Media Sosial: Peluncuran akun Instagram resmi @tempesagu_berkah36 sebagai etalase digital yang informatif.
  • Manajemen Modern: Pelatihan pencatatan keuangan digital dan manajemen stok agar arus kas usaha lebih terukur.

Inovasi Akademik untuk Ekonomi Lokal
Ketua Tim KKN, Qalbi Zidane, menegaskan bahwa digitalisasi adalah kunci bagi UMKM desa untuk “naik kelas”. “Tempe Sagu Berkah memiliki potensi besar untuk tidak hanya bertahan di pasar global, tapi juga semakin dikenal di level nasional,” ujarnya.

Langkah ini bukan sekadar tugas kuliah, melainkan bentuk nyata kolaborasi akademik dalam menjawab tantangan ekonomi kreatif di pedesaan. Transformasi dari kemasan konvensional ke teknologi vacuum serta pemasaran digital diharapkan menjadi motor penggerak bagi UMKM lain di Ponorogo untuk berani berinovasi.

Keberhasilan Tempe Sagu Berkah menunjukkan bahwa dengan strategi pemasaran yang tepat dan kemasan yang profesional, produk kearifan lokal mampu bersaing di pasar modern tanpa kehilangan jati dirinya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KUB PMPL Desak KPPU Usut Jerat Utang PT PCP di Kaltara

16 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Data BPS Diabaikan, Pelatihan UMKM Sumbar Terjebak Rutinitas Seremonial

13 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Mengubah Layanan UMKM Sumbar Menjadi Produk Laris Manis

9 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Stimulan Rp115 Miliar Sumbar: Proyek Mubazir Tanpa Pembeli Siaga?

3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Membedah “Karpet Merah” Ekosistem Kendaraan Listrik di Ranah Minang

2 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Paramadina Dorong Pemuda Cerdas Finansial dan Amankan Data

3 September 2026 - 06:03 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS