Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

JALAN JAJAN · 2 Mar 2025 08:55 WIB ·

Wae Rebo Dibuka Kembali: Pariwisata Pulih Petani Tetap Eksis


					Wae Rebo Dibuka Kembali: Pariwisata Pulih Petani Tetap Eksis Perbesar

Manggarai, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Setelah tertidur selama hampir dua bulan akibat hantaman tanah longsor, Desa Wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, siap kembali menyapa dunia. “Negeri di Atas Awan” ini dijadwalkan membuka gerbang budayanya pada 10 Maret 2025, membawa semangat baru yang lebih tangguh dan terencana.

Penutupan sementara sejak awal tahun menjadi momentum refleksi besar bagi Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo (LPBW). Selain memperbaiki infrastruktur yang rusak, LPBW melakukan evaluasi mendalam terhadap 18 tahun perjalanan pariwisata di desa adat tersebut. Tujuannya jelas: memastikan pariwisata tetap berjalan tanpa mencabut akar budaya masyarakat sebagai petani.

Keseimbangan Ekonomi: Tamu Datang Kebun Tetap Terjaga
Ada sudut pandang menarik di balik persiapan pembukaan ini. Wakil Ketua LPBW, Benyamin Semandu, menekankan bahwa pariwisata tidak boleh membuat warga lupa pada jati diri mereka. Melalui serangkaian sosialisasi, masyarakat diingatkan untuk tetap produktif mengolah lahan pertanian meski arus wisatawan kembali mengalir.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya fokus pada pelayanan pariwisata, tetapi juga tetap menjalankan pekerjaan utama mereka sebagai petani,” tegas Benyamin. Langkah ini diambil agar ketahanan pangan dan struktur sosial desa adat tetap terjaga meski ekonomi dari sektor wisata sangat menggiurkan.

Potret Keindahan Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, NTT. (Foto: Tiket.com)

Kualitas di Atas Kuantitas
Sepanjang tahun 2024, Wae Rebo mencatatkan kunjungan hingga 11.000 wisatawan. Angka ini dianggap sebagai titik ideal yang sesuai dengan kapasitas ruang dan daya dukung lingkungan desa. Dengan pembatasan yang terjaga, pengalaman autentik hidup di dalam Mbaru Niang (rumah adat) tetap menjadi daya tarik utama yang tak tergantikan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloisius Jebarut, memberikan apresiasi tinggi kepada Pokdarwis setempat. Menurutnya, kerja keras pemulihan pascabencana ini adalah bukti ketangguhan komunitas lokal. Ia mengajak para pelancong untuk segera menyusun ulang rencana perjalanan mereka ke jantung budaya Manggarai ini.

Kembalinya aktivitas wisata di Wae Rebo bukan sekadar soal angka kunjungan, melainkan simbol pulihnya napas ekonomi dan pelestarian budaya yang berjalan beriringan di tanah Flores.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 174 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Wisata Heritage Ambarawa Jadi Magnet Baru Ekonomi Desa

27 Juli 2026 - 19:37 WIB

Nagari Anduriang Siap Jadi Destinasi Wisata Halal Unggulan

15 Juni 2026 - 08:54 WIB

Pasar Kampung Samiler: Branding Unik Desa Wisata Wonosunyo

15 Juni 2026 - 07:42 WIB

Satu Abad Jam Gadang, Momen Kebangkitan Wisata Minang

30 Mei 2026 - 05:43 WIB

Paket Wisata Hotel Mewah Wajib Gandeng Desa Wisata

17 Mei 2026 - 21:31 WIB

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan

13 Mei 2026 - 09:40 WIB

Trending di JALAN JAJAN