Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 29 Jan 2025 11:38 WIB ·

Warga Toraget Bangun Balai Desa Sendiri dengan Swadaya Masyarakat


					Warga Toraget Bangun Balai Desa Sendiri dengan Swadaya Masyarakat Perbesar

Minahasa, Sulawesi Utara [DESA MERDEKA] Dalam sebuah perwujudan nyata dari semangat gotong royong, warga Desa Toraget di Kecamatan Langowan Utara, Minahasa, sukses membangun balai desa yang megah. Gedung serbaguna berukuran 10 x 40 meter ini rampung dalam lima bulan, seluruhnya didanai dari swadaya masyarakat tanpa bantuan eksternal. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kekuatan partisipasi warga dalam pembangunan desa.

Ketua panitia pembangunan, Jantje Kaligis, mengungkapkan rasa syukurnya atas semangat juang yang ditunjukkan oleh seluruh warga. “Balai desa ini adalah bukti nyata bahwa dengan kerja sama yang baik, kita bisa mewujudkan apa pun,” ujarnya penuh semangat saat peresmian. Proyek ambisius ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan rasa memiliki di antara warga.

Yang paling menarik, seluruh pendanaan proyek ini datang dari inisiatif unik warga sendiri. Mereka memanfaatkan kantin desa sebagai wadah pengumpulan dana. “Setiap warga bisa berkontribusi sesuai kemampuan melalui pembelian makanan dan minuman di kantin desa. Ternyata, cara ini sangat efektif untuk mengumpulkan dana,” jelas Kaligis. Melalui metode kreatif ini, total dana yang terkumpul mencapai Rp523 juta, sebuah jumlah yang signifikan untuk pembangunan di tingkat desa.

Sekretaris panitia, Pdt. Maicky Frans, menambahkan bahwa balai desa ini akan berfungsi sebagai pusat kegiatan multifungsi bagi masyarakat. Gedung ini dapat digunakan untuk berbagai acara, mulai dari pertemuan warga, kegiatan sosial, hingga perayaan penting seperti pesta pernikahan. “Yang terpenting, balai desa ini milik seluruh warga. Siapa pun boleh menggunakannya tanpa dipungut biaya,” tegasnya, menekankan prinsip akses yang merata dan inklusif.

Keberhasilan pembangunan ini menunjukkan bahwa semangat mapalus, istilah khas Minahasa untuk gotong royong, masih terjaga kuat. Kisah Desa Toraget memberikan pelajaran berharga bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia:

  • Semangat Gotong Royong: Kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan mandiri.
  • Kreativitas Pendanaan: Inovasi seperti kantin desa bisa menjadi solusi efektif untuk mengumpulkan dana secara berkelanjutan.
  • Partisipasi Aktif: Melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan proyek meningkatkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab.

Kisah Desa Toraget tidak hanya menciptakan fasilitas baru, tetapi juga mengukuhkan kembali nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi kemajuan desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Prahara di Desa Sisi: Pelayanan Kesehatan Lumpuh Akibat Politisasi?

13 Mei 2026 - 06:28 WIB

Ironi Desa Loleo: Dana Rakyat Menjadi Ladang Kekayaan Elit Lokal

10 Mei 2026 - 18:42 WIB

Wajah Baru Parlemen Bantarjaya: Kompetisi Sehat Demi Kemajuan Desa

8 Mei 2026 - 18:05 WIB

Audit Dana Desa Sungai Ulu: Bukan Sekadar Urusan Kertas

8 Mei 2026 - 06:25 WIB

Satu Dekade Dana Desa: Lampung Selatan Jadi Etalase Nasional

8 Mei 2026 - 01:01 WIB

Polemik Perangkat Desa Kediri: PPDI Desak Penundaan dan Revisi Perda

7 Mei 2026 - 17:51 WIB

Trending di DESA