Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 20 Jan 2025 21:37 WIB ·

HIPERMI Pasok 5.000 Kelapa Petani Lokal untuk Rendang Haji


					HIPERMI Pasok 5.000 Kelapa Petani Lokal untuk Rendang Haji Perbesar

Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (HIPERMI) Padang Pariaman resmi menggandeng komunitas UMKM Madani Bangkit untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi rendang skala besar. Kolaborasi ini difokuskan pada pengadaan 5.000 butir kelapa tua berkualitas tinggi guna memenuhi pesanan khusus rendang bagi jemaah haji tahun 2025.

Kesepakatan strategis ini dicapai dalam pertemuan yang berlangsung di Lohong, Kecamatan Sungai Limau, pada Senin (20/1/2025). Pengurus HIPERMI Padang Pariaman, Patriyanti Astuti dan Desmawati Helmi, secara langsung melakukan koordinasi dengan Ketua UMKM Madani Bangkit, H. Ali Akbar, untuk memastikan rantai pasok kelapa berjalan lancar.

Dongkrak Ekonomi Petani Lokal
Ketua UMKM Madani Bangkit, H. Ali Akbar, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, kebutuhan 5.000 butir kelapa dari HIPERMI merupakan angin segar bagi para petani kelapa di wilayah Padang Pariaman. Saat ini, harga kelapa di tingkat lokal tergolong sangat kompetitif dan menguntungkan.

“Ini kabar baik bagi petani kita. Harga kelapa saat ini cukup bagus, mencapai Rp6.500 per butir. Kerja sama ini tentu akan sangat membantu meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat petani secara langsung,” ujar Ali Akbar.

Meskipun permintaan cukup tinggi, tantangan di lapangan tetap ada. Roli, salah seorang pengepul kelapa di Sungai Limau, mengungkapkan bahwa banyak petani yang sudah terikat komitmen atau menerima uang muka (panjar) dari pengepul lain. Untuk menyiasati hal ini, dibutuhkan solusi finansial berupa pemberian pinjaman atau sistem pembayaran yang menarik bagi petani agar mereka bersedia mengalihkan hasil panennya ke HIPERMI.

Tradisi Unik di Balik Produksi Rendang Dunia
Setelah diskusi formal, pengurus HIPERMI melakukan peninjauan langsung ke lahan kelapa milik warga di Lohong untuk memastikan kualitas buah. Menariknya, mereka menyaksikan proses pemanenan kelapa yang masih mempertahankan kearifan lokal, yakni menggunakan jasa monyet atau yang dalam bahasa Minang disebut Baruak.

Penggunaan Baruak merupakan tradisi turun-temurun di Sumatera Barat yang dinilai lebih efisien untuk memanen kelapa dari pohon yang tinggi, sekaligus menjaga kualitas buah agar tidak pecah saat jatuh.

Visi Kerja Sama Berkelanjutan
Patriyanti Astuti, yang akrab disapa Ipat, menegaskan bahwa pemenuhan pesanan rendang jemaah haji ini hanyalah langkah awal. HIPERMI dan UMKM Madani Bangkit sepakat untuk membangun model kerja sama berkelanjutan.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya terbatas pada komoditas kelapa, tetapi juga menjangkau bahan baku pendukung kuliner lainnya. Dengan sinergi yang kuat antara pengusaha kuliner dan penyedia bahan baku lokal, sektor UMKM di Padang Pariaman diprediksi akan semakin mandiri dan mampu menembus pasar internasional secara konsisten.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 206 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KUB PMPL Desak KPPU Usut Jerat Utang PT PCP di Kaltara

16 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Data BPS Diabaikan, Pelatihan UMKM Sumbar Terjebak Rutinitas Seremonial

13 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Mengubah Layanan UMKM Sumbar Menjadi Produk Laris Manis

9 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Stimulan Rp115 Miliar Sumbar: Proyek Mubazir Tanpa Pembeli Siaga?

3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Membedah “Karpet Merah” Ekosistem Kendaraan Listrik di Ranah Minang

2 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Paramadina Dorong Pemuda Cerdas Finansial dan Amankan Data

3 September 2026 - 06:03 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS