Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMERINTAHAN · 14 Des 2025 13:56 WIB ·

14.682 Jiwa Mengungsi, Sumbar Dorong Pembaruan Data Bencana


					14.682 Jiwa Mengungsi, Sumbar Dorong Pembaruan Data Bencana Perbesar

Bencana Hidrometeorologi: 14.682 Jiwa Terdampak, Pemprov Sumbar Minta Data Pengungsi Dimaksimalkan

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mencatat sebanyak 14.682 jiwa masih berstatus sebagai pengungsi akibat bencana hidrometeorologi (banjir dan longsor) yang melanda daerah tersebut. Jumlah ini tersebar di 113 titik pengungsian di delapan kabupaten/kota. Untuk memaksimalkan penanganan pascabencana, Pemprov Sumbar melalui Dinas Sosial (Dinsos) mendesak pemerintah kabupaten/kota agar secara maksimal mengirimkan pembaruan data pengungsi secara rinci dan berkala.

Kepala Dinsos Sumbar, Syaifullah, menyampaikan bahwa Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah telah menginstruksikan agar data sebaran pengungsi, termasuk yang berada di dapur umum, dilaporkan secara detail oleh Dinas Sosial, BPBD, dan instansi terkait di tingkat kabupaten/kota.

“Sejak hari pertama tanggap darurat hingga 13 Desember 2025, petugas Dinsos Sumbar terus standby di Posko Terpadu Penanganan Bencana Hidrometeorologi. Kami bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD Provinsi, dan Dinas terkait lain dalam menyiapkan data-data yang dibutuhkan. Terutama sekali data sebaran pengungsi dan Dapur Umum,” kata Syaifullah, Minggu (14/12/2025).

Sebaran Pengungsi di Delapan Kabupaten/Kota Terdampak
Syaifullah merinci, total 14.682 pengungsi tersebut tersebar di delapan daerah terdampak bencana. Jumlah pengungsi terbanyak tercatat di Kabupaten Agam dengan 5.277 jiwa, diikuti oleh Pesisir Selatan sebanyak 2.700 jiwa.

Rincian sebaran pengungsi di delapan wilayah tersebut adalah:

  • Kabupaten Lima Puluh Kota: 554 pengungsi
  • Pasaman Barat: 1.491 pengungsi
  • Padang Pariaman: 528 pengungsi
  • Kota Padang: 1.426 pengungsi
  • Pesisir Selatan: 2.700 pengungsi
  • Tanah Datar: 1.512 pengungsi
  • Kabupaten Solok: 1.194 pengungsi
  • Agam: 5.277 pengungsi

Pentingnya Data Detail untuk Relokasi dan Bantuan
Syaifullah menjelaskan, pengungsi dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu pengungsi terpusat (di tenda pengungsian, kantor wali nagari, atau rumah ibadah) dan pengungsi mandiri (yang menumpang di rumah tetangga atau kerabat). Ia juga menegaskan bahwa sebagian warga yang telah direlokasi ke hunian sementara, seperti di Padang Panjang dan Kota Padang, sudah lepas dari status pengungsi.

Permintaan pembaruan data yang rinci dan berkala dari kabupaten/kota sangat ditekankan. Dinsos Sumbar secara khusus meminta agar pelaporan dilengkapi data berdasarkan jenis kelamin dan umur para pengungsi.

“Ini sangat penting karena data itu dibutuhkan pemerintah untuk menyiapkan langkah-langkah yang akan diambil ke depannya. Termasuk dalam menyiapkan hunian sementara atau hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal,” jelas Syaifullah.

Untuk mempercepat proses pendataan, Dinsos Sumbar telah membentuk grup komunikasi khusus melalui WhatsApp bersama perwakilan Dinsos kabupaten/kota terdampak. Syaifullah berharap upaya pendataan ini dapat berjalan maksimal, mengingat data tersebut krusial bagi kelanjutan nasib ribuan warga yang terdampak parah oleh bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Satu Desa Satu Operator: Kunci Bantuan Tepat Sasaran

30 April 2026 - 05:30 WIB

Retret Akmil: Gembleng Pimpinan DPRD Demi Pembangunan Desa Efektif

20 April 2026 - 08:36 WIB

Lilin Desa: Visi Hatta Lewat Jutaan Bibit Kelapa

4 April 2026 - 19:39 WIB

Cair Serentak: Strategi Amankan Rp900 Ribu dari Dana Desa

16 Maret 2026 - 06:34 WIB

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo

11 Maret 2026 - 21:03 WIB

Duet Kemendes-BAPPISUS: Perkuat Daya Gedor Ekonomi Desa

11 Maret 2026 - 04:55 WIB

Trending di PEMERINTAHAN