Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 20 Jul 2025 19:18 WIB ·

Wali Kota Sibolga Minta Maaf Atas Pelanggaran Pukat Harimau


					Wali Kota Sibolga Minta Maaf Atas Pelanggaran Pukat Harimau Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Tindakan tegas Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, dalam memerangi praktik penangkapan ikan ilegal menggunakan pukat harimau (trawl) membuahkan hasil signifikan. Setelah Wagub Vasko memimpin langsung patroli laut bersama Ditpolairud, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta nelayan Air Bangis di perbatasan Sumbar-Sumatera Utara, kini Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, bersama Ketua DPRD Kota Sibolga, secara resmi menyampaikan permohonan maaf.

Kunjungan resmi rombongan Pemerintah Kota Sibolga ke kediaman Wagub Sumbar pada Jumat (18/7/2025) merupakan bentuk itikad baik. “Kunjungan ini sebagai bentuk permohonan maaf kepada masyarakat Sumbar, khususnya nelayan Air Bangis, atas pelanggaran yang dilakukan oleh oknum nelayan kami. Kami juga menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Pemerintah Provinsi Sumbar,” ujar Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, yang didampingi Ketua DPRD Kota Sibolga dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Sebelumnya, patroli laut gabungan yang dipimpin langsung oleh Wagub Vasko di kawasan Air Bangis, Pasaman Barat, berhasil mengamankan satu kapal ikan, KM Dirga, milik nelayan asal Sibolga. Kapal tersebut kedapatan beroperasi di wilayah perairan Sumatera Barat, yang merupakan zona tangkap khusus bagi nelayan kecil.

Selain Wali Kota dan Ketua DPRD, rombongan dari Sibolga turut diperkuat oleh Sekda, Sekwan, Kadis Kesehatan, perwakilan Dinas Perikanan, Kabag Umum, serta Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sibolga–Tapanuli Tengah, dan sejumlah nelayan jaring salam. Kehadiran mereka menegaskan keseriusan permohonan maaf atas insiden penangkapan tersebut.

Wagub Vasko menyambut baik kunjungan ini dan mengapresiasi itikad baik dari Pemerintah Kota Sibolga. Namun, ia menegaskan bahwa proses hukum terhadap kapal pelanggar akan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. “Ini bukan semata soal wilayah, tapi soal keadilan bagi nelayan kecil yang menggantungkan hidupnya pada laut. Sumbar akan selalu bersikap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran,” ujar Vasko.

Langkah ini menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menjaga kedaulatan laut, melindungi ekosistem pesisir, dan memperjuangkan hak nelayan lokal dari praktik perikanan yang merusak dan tidak berkelanjutan. Penindakan terhadap pukat harimau menjadi prioritas demi keberlangsungan sumber daya laut dan kesejahteraan nelayan tradisional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Warga Desa Marikapal Sambut Harapan Baru Terang Listrik PLN dan Penataan Infrastruktur

2 September 2026 - 09:43 WIB

Trending di RAGAM