Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 11 Jan 2026 17:14 WIB ·

Wajah Baru Sidomulyo: Aspal BKKD Ubah Rute Penghambat Menjadi Penggerak


					Wajah Baru Sidomulyo: Aspal BKKD Ubah Rute Penghambat Menjadi Penggerak Perbesar

Bojonegoro, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Desa Sidomulyo di Kecamatan Kedungadem kini resmi melepas status “jalan rusak” yang selama bertahun-tahun menghambat mobilitas warga. Melalui suntikan dana Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berhasil mengubah jalan poros desa yang sebelumnya sulit dilewati menjadi rute aspal mulus yang representatif.

Infrastruktur ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan solusi atas kebuntuan ekonomi antarwilayah. Pembangunan jalan sepanjang 778 meter dengan lebar 4 meter ini memecah isolasi di dua titik strategis: Dusun Gendong (546 meter) yang menghubungkan Desa Megale dan Desa Tlogoagung, serta Dusun Gembol (232 meter) yang menjadi jembatan penghubung menuju Desa Jamberejo.

Bukan Proyek Top-Down, Tapi Suara Akar Rumput
Sisi menarik dari pembangunan di Sidomulyo ini adalah pendekatannya yang bersifat bottom-up. Kepala Desa Sidomulyo, Hari Agus Sugiharto, mengungkapkan bahwa penentuan lokasi aspal tidak ditentukan secara sepihak oleh pejabat, melainkan lahir dari musyawarah desa dan aspirasi langsung warga.

“Pembangunan ini murni berdasarkan kebutuhan mendasar warga yang kami ajukan melalui proposal ke Pemkab. Kami bersyukur respons pemerintah sangat cepat sehingga impian warga memiliki jalan aspal di tahun 2025 ini terealisasi,” ujar Hari Agus.

Sinergi antara Pemerintah Desa dan Pemkab Bojonegoro melalui BKKD ini membuktikan bahwa pemerataan infrastruktur tidak lagi hanya terpusat di area perkotaan, tetapi sudah menyentuh jantung aktivitas ekonomi di pedukuhan.

Memutus Rantai Kesulitan Ekonomi Warga
Dampak psikologis dan ekonomi sangat dirasakan oleh masyarakat setempat. Suwarno, warga Dusun Gendong, mengenang betapa beratnya perjuangan warga saat kondisi jalan masih rusak. Kini, kelancaran transportasi memberikan napas baru bagi para petani dan pedagang yang setiap hari melintas.

“Dulu jalannya menghambat aktivitas, sekarang sudah mulus. Kami sangat lega,” kata Suwarno penuh syukur.

Melihat keberhasilan ini, Pemerintah Desa Sidomulyo menargetkan keberlanjutan proyek hingga ke Dusun Slinggang untuk menembus Desa Jamberejo. Targetnya jelas: konektivitas total di Kecamatan Kedungadem agar distribusi hasil bumi semakin optimal dan biaya logistik masyarakat semakin murah. Aspal baru ini menjadi bukti nyata bahwa Bojonegoro terus berbenah hingga ke sudut terkecil wilayahnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya

10 September 2026 - 16:25 WIB

Pilkades Sumber Urip: Petahana Jajang Sujai Amankan Nomor 1

9 September 2026 - 14:45 WIB

Sumpah Setia dan Bayang-Bayang Konflik di Balik Sterilisasi Pilkades Pebayuran

9 September 2026 - 14:23 WIB

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Trending di KABAR DESA