Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

DESA · 11 Jan 2026 17:14 WIB ·

Wajah Baru Sidomulyo: Aspal BKKD Ubah Rute Penghambat Menjadi Penggerak


					Wajah Baru Sidomulyo: Aspal BKKD Ubah Rute Penghambat Menjadi Penggerak Perbesar

Bojonegoro, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Desa Sidomulyo di Kecamatan Kedungadem kini resmi melepas status “jalan rusak” yang selama bertahun-tahun menghambat mobilitas warga. Melalui suntikan dana Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berhasil mengubah jalan poros desa yang sebelumnya sulit dilewati menjadi rute aspal mulus yang representatif.

Infrastruktur ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan solusi atas kebuntuan ekonomi antarwilayah. Pembangunan jalan sepanjang 778 meter dengan lebar 4 meter ini memecah isolasi di dua titik strategis: Dusun Gendong (546 meter) yang menghubungkan Desa Megale dan Desa Tlogoagung, serta Dusun Gembol (232 meter) yang menjadi jembatan penghubung menuju Desa Jamberejo.

Bukan Proyek Top-Down, Tapi Suara Akar Rumput
Sisi menarik dari pembangunan di Sidomulyo ini adalah pendekatannya yang bersifat bottom-up. Kepala Desa Sidomulyo, Hari Agus Sugiharto, mengungkapkan bahwa penentuan lokasi aspal tidak ditentukan secara sepihak oleh pejabat, melainkan lahir dari musyawarah desa dan aspirasi langsung warga.

“Pembangunan ini murni berdasarkan kebutuhan mendasar warga yang kami ajukan melalui proposal ke Pemkab. Kami bersyukur respons pemerintah sangat cepat sehingga impian warga memiliki jalan aspal di tahun 2025 ini terealisasi,” ujar Hari Agus.

Sinergi antara Pemerintah Desa dan Pemkab Bojonegoro melalui BKKD ini membuktikan bahwa pemerataan infrastruktur tidak lagi hanya terpusat di area perkotaan, tetapi sudah menyentuh jantung aktivitas ekonomi di pedukuhan.

Memutus Rantai Kesulitan Ekonomi Warga
Dampak psikologis dan ekonomi sangat dirasakan oleh masyarakat setempat. Suwarno, warga Dusun Gendong, mengenang betapa beratnya perjuangan warga saat kondisi jalan masih rusak. Kini, kelancaran transportasi memberikan napas baru bagi para petani dan pedagang yang setiap hari melintas.

“Dulu jalannya menghambat aktivitas, sekarang sudah mulus. Kami sangat lega,” kata Suwarno penuh syukur.

Melihat keberhasilan ini, Pemerintah Desa Sidomulyo menargetkan keberlanjutan proyek hingga ke Dusun Slinggang untuk menembus Desa Jamberejo. Targetnya jelas: konektivitas total di Kecamatan Kedungadem agar distribusi hasil bumi semakin optimal dan biaya logistik masyarakat semakin murah. Aspal baru ini menjadi bukti nyata bahwa Bojonegoro terus berbenah hingga ke sudut terkecil wilayahnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BUMDes Merbau Mataram “Naik Kelas” Lewat Digitalisasi Laporan Keuangan

12 Februari 2026 - 12:20 WIB

Desa Jadi Benteng Terakhir Penyelamat 66 Pesut Mahakam

11 Februari 2026 - 20:52 WIB

Drainase Mampet, Warga Wederok Malaka Tagih Solusi Deker

10 Februari 2026 - 19:34 WIB

Sultan Sambaliung Turun Tangan, Desak Patok Fisik Batas Kampung

10 Februari 2026 - 08:03 WIB

Huta Simarmata: Desa Kuno Samosir Menuju Cagar Budaya Nasional

9 Februari 2026 - 20:18 WIB

Referendum Rakyat: Faidil Wiranda Kembali Pimpin Mesjid Guci Rumpong

9 Februari 2026 - 14:06 WIB

Trending di DESA