Bengkulu Tengah, Bengkulu [DESA MERDEKA] – Pemerintah Desa Air Putih, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, langsung mengalihkan fokus dari bantuan sosial menuju perencanaan strategis jangka panjang. Setelah menuntaskan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) periode Agustus–September 2025 kepada 12 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), desa ini segera menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Balai Desa Sagara, pada 28 Oktober 2025.
Acara Musrenbangdes ini menjadi fondasi awal dalam merancang Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026. Seluruh elemen strategis desa hadir dan berjibaku dalam penyusunan prioritas pembangunan, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pendamping desa.
Camat Talang Empat, Lismawati, S.Sos., yang turut hadir dalam kegiatan ini, memberikan penekanan khusus pada pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan. “Musrenbangdes ini bukan sekadar kegiatan formalitas tahunan, tetapi menjadi fondasi awal dalam merancang program pembangunan yang responsif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Lismawati. Kehadiran Camat beserta para kasi dan staf kecamatan sekaligus menunjukkan dukungan penuh Pemerintah Kecamatan terhadap tata kelola desa yang akuntabel.
Lismawati menambahkan, pembangunan desa akan lebih efektif dan berkelanjutan apabila seluruh elemen masyarakat terlibat aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Partisipasi ini memastikan bahwa program yang dihasilkan benar-benar menyentuh kebutuhan riil warga.
Kepala Desa Air Putih, Asnaun, pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Musrenbangdes berfungsi sebagai wadah resmi untuk merangkum seluruh aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang selanjutnya akan diangkat menjadi prioritas pembangunan tahun 2026.
“Seluruh aspirasi masyarakat kami jadikan prioritas pembangunan. Kami berharap hasil Musrenbangdes ini dapat menjadi pijakan dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Asnaun, menandakan komitmen kolektif Pemdes dan masyarakat dalam mencapai visi pembangunan berkelanjutan. Setelah tuntutan BLT terpenuhi, fokus beralih ke investasi jangka panjang, memastikan bahwa anggaran desa benar-benar digunakan untuk memajukan kesejahteraan seluruh warga.

|Merdeka|Bicara|Desa


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.