Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Indari (IPMI) menggelar aksi demonstrasi di depan Puskesmas Indari, Halmahera Selatan, pada Rabu (17/9/2025). Dalam aksi tersebut IPMI menuntut audit investigasi dan pencopotan Kepala Puskesmas (Kapus), Baidawi Kamarullah, yang diduga menyalahgunakan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun anggaran 2023 hingga 2025. Demonstrasi ini merupakan puncak dari kekecewaan masyarakat terhadap lambannya respons pihak berwenang, baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum (APH), dalam menindaklanjuti dugaan tersebut.
Dalam orasinya, massa aksi menuding Baidawi Kamarullah telah mengelola dana BOK secara tidak transparan. Dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat justru diduga tidak sampai ke tujuannya. “Selama tiga tahun terakhir, masyarakat tidak pernah merasakan dampak nyata dari pengelolaan dana BOK. Program kesehatan jalan di tempat, pelayanan amburadul, dan fasilitas terbengkalai,” teriak salah satu orator.
Tuntutan utama IPMI adalah agar Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan segera mengaudit penggunaan dana tersebut secara menyeluruh. Selain itu, mereka juga mendesak Bupati Halmahera Selatan untuk segera mencopot Baidawi Kamarullah dari jabatannya sebagai langkah mendesak untuk memulihkan kepercayaan publik.
Ancaman Aksi Lanjutan dan Peringatan Keras
Aksi IPMI di depan Puskesmas Indari tidak hanya berhenti pada tuntutan audit dan pencopotan. Mereka juga memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Daerah Halmahera Selatan. Koordinator aksi menegaskan, jika tuntutan mereka tidak diindahkan, maka gelombang perlawanan rakyat akan semakin meluas, bahkan mereka mengancam akan menutup Puskesmas Indari. “Kami beri waktu kepada Inspektorat dan Bupati Halsel untuk serius menanggapi tuntutan ini. Jika Kapus tidak dicopot dan diperiksa, maka kami pastikan gelombang perlawanan rakyat akan semakin meluas,” ancamnya. Hingga aksi berakhir, massa tetap berorasi dengan tegas, membawa spanduk dan poster kecaman, serta menutup akses masuk ke halaman Puskesmas sebagai simbol protes.
Situasi tetap kondusif meskipun diwarnai sorakan keras dan desakan agar aparat pengawas serta pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata. Aksi ini menjadi cermin betapa pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik, khususnya di sektor kesehatan yang sangat vital bagi masyarakat. Lambannya respons dari pihak berwenang justru memperkuat dugaan adanya masalah serius, yang pada akhirnya memicu pergerakan massa untuk menuntut keadilan.
Kontributor/Foto(s): Alimudin Abd Fatah.
Disclaimer Berita: Berita ini ditulis berdasarkan informasi yang dihimpun dari aksi demonstrasi. Segala tuduhan yang disampaikan masih bersifat dugaan hingga adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.