Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 25 Feb 2025 03:47 WIB ·

Tradisi Ziarah Simpang Ayam: Merawat Ingatan Jelang Ramadan


					Tradisi Ziarah Simpang Ayam: Merawat Ingatan Jelang Ramadan Perbesar

Bengkalis, Riau [DESA MERDEKA] Menjelang Ramadan 1446 Hijriah, warga Desa Simpang Ayam kembali menghidupkan tradisi tahunan ziarah kubur masal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa, Senin (24/2/2025). Lebih dari sekadar ritual keagamaan, doa bersama ini menjadi momentum penguat solidaritas warga sekaligus pengingat akan jasa para leluhur sebelum memasuki bulan suci.

Ratusan masyarakat berkumpul sejak pukul 16.00 WIB untuk membacakan surah Yasin dan tahlil yang dipandu oleh Ustadz Nurzaman serta M. Dalil. Kegiatan ini membuktikan bahwa di tengah arus modernisasi, kearifan lokal dalam menjaga ikatan batin dengan keluarga yang telah tiada masih berakar kuat di tanah Bengkalis.

Modal Sosial di Balik Doa Bersama
Penjabat (Pj) Kepala Desa Simpang Ayam, Muhrodin, S.Pd.I., M.M., menegaskan bahwa pemerintah desa sepenuhnya mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari identitas desa. Bersama Sekretaris Desa Aldian Hadi, ia melihat ziarah masal sebagai cara paling efektif untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga yang mungkin jarang bertemu di hari biasa.

“Kegiatan ini sangat berkesan dan memberikan manfaat besar untuk mengingatkan kita pada jasa leluhur. Kami sangat mengapresiasi antusiasme jemaah yang meramaikan ziarah ini,” ujar Muhrodin.

Persiapan Batin Menyambut Bulan Suci
Tradisi ini dianggap sebagai tahap pembersihan batin. Dengan berziarah, warga diajak untuk merenung dan mempersiapkan mental sebelum menjalankan ibadah puasa. Suasana khidmat di TPU Desa Simpang Ayam menunjukkan bahwa penghormatan kepada mereka yang telah mendahului merupakan bagian tak terpisahkan dari kesiapan spiritual masyarakat dalam menyambut Ramadan.

Melalui kegiatan rutin ini, Desa Simpang Ayam berhasil menjaga harmoni antara birokrasi desa dan tradisi religius masyarakat, memastikan warisan budaya ini tetap lestari hingga generasi mendatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kampus Sumbar Didorong Teliti dan Lestarikan Budaya Minangkabau

27 Juli 2026 - 06:01 WIB

Septiani: Tulang Punggung yang Berpulang di PT PEI HAI

25 Juli 2026 - 14:27 WIB

Menjaga Hutan Lewat Tradisi Krapyak Saparan di Bonosari

24 Juli 2026 - 14:02 WIB

Merah Putih Bung Karno di Builaran, Berdayakan Ekonomi Kaum Marhaen

22 Juli 2026 - 17:51 WIB

Cahaya Lilin Rumah Sederhana yang Menghidupkan Batik Singosari

17 Juli 2026 - 14:28 WIB

Kebangkitan Batik Singosari

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Trending di SOSBUD