Bengkalis, Riau [DESA MERDEKA] – Menjelang Ramadan 1446 Hijriah, warga Desa Simpang Ayam kembali menghidupkan tradisi tahunan ziarah kubur masal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa, Senin (24/2/2025). Lebih dari sekadar ritual keagamaan, doa bersama ini menjadi momentum penguat solidaritas warga sekaligus pengingat akan jasa para leluhur sebelum memasuki bulan suci.
Ratusan masyarakat berkumpul sejak pukul 16.00 WIB untuk membacakan surah Yasin dan tahlil yang dipandu oleh Ustadz Nurzaman serta M. Dalil. Kegiatan ini membuktikan bahwa di tengah arus modernisasi, kearifan lokal dalam menjaga ikatan batin dengan keluarga yang telah tiada masih berakar kuat di tanah Bengkalis.
Modal Sosial di Balik Doa Bersama
Penjabat (Pj) Kepala Desa Simpang Ayam, Muhrodin, S.Pd.I., M.M., menegaskan bahwa pemerintah desa sepenuhnya mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari identitas desa. Bersama Sekretaris Desa Aldian Hadi, ia melihat ziarah masal sebagai cara paling efektif untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga yang mungkin jarang bertemu di hari biasa.
“Kegiatan ini sangat berkesan dan memberikan manfaat besar untuk mengingatkan kita pada jasa leluhur. Kami sangat mengapresiasi antusiasme jemaah yang meramaikan ziarah ini,” ujar Muhrodin.
Persiapan Batin Menyambut Bulan Suci
Tradisi ini dianggap sebagai tahap pembersihan batin. Dengan berziarah, warga diajak untuk merenung dan mempersiapkan mental sebelum menjalankan ibadah puasa. Suasana khidmat di TPU Desa Simpang Ayam menunjukkan bahwa penghormatan kepada mereka yang telah mendahului merupakan bagian tak terpisahkan dari kesiapan spiritual masyarakat dalam menyambut Ramadan.
Melalui kegiatan rutin ini, Desa Simpang Ayam berhasil menjaga harmoni antara birokrasi desa dan tradisi religius masyarakat, memastikan warisan budaya ini tetap lestari hingga generasi mendatang.
Redaksi Desa Merdeka
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.