Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

SOSBUD · 10 Mar 2025 10:08 WIB ·

Tradisi Begibung Terancam Punah, Mahasiswa Desa Malaka Berupaya Lestarikan Budaya Lokal


					Tradisi Begibung Terancam Punah, Mahasiswa Desa Malaka Berupaya Lestarikan Budaya Lokal Perbesar

Lombok Utara [DESA MERDEKA] – Desa Malaka, sebuah desa asri di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dulunya dikenal dengan tradisi begibung. Tradisi makan bersama ini merupakan simbol kebersamaan dan silaturahmi yang erat antarwarga. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup masyarakat, tradisi ini kini semakin jarang ditemui.

Perubahan pola hidup yang semakin individualistis menjadi salah satu faktor utama penyebab hilangnya tradisi begibung. Kesibukan pekerjaan dan preferensi untuk makan bersama keluarga kecil membuat warga semakin jarang berpartisipasi dalam begibung. Selain itu, kemajuan teknologi dan media sosial juga turut mempengaruhi kebiasaan masyarakat, yang kini lebih memilih aktivitas yang praktis dan instan.

Hilangnya tradisi begibung tidak hanya berdampak pada kebersamaan sosial, tetapi juga pada pelestarian kuliner lokal. Hidangan-hidangan khas begibung yang dulu menjadi ciri khas desa kini mulai jarang ditemukan, digantikan oleh makanan yang lebih praktis atau terpengaruh oleh tren kuliner modern.

Ikatan Mahasiswa Desa Malaka (IMDM) sangat prihatin dengan kondisi ini. Mereka melihat begibung bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat hubungan antarwarga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal.

“Begibung adalah identitas desa kami. Ini adalah warisan leluhur yang harus kami jaga,” ujar M. Abed, Ketua IMDM. “Kami tidak ingin tradisi ini hilang begitu saja.”

Untuk melestarikan tradisi begibung, IMDM berencana mengadakan berbagai kegiatan budaya yang melibatkan generasi muda dan masyarakat luas. Kegiatan tersebut antara lain festival budaya, pelatihan kuliner lokal, dan edukasi tentang pentingnya tradisi begibung.

“Kami ingin generasi muda Desa Malaka kembali meresapi makna kebersamaan yang terkandung dalam tradisi begibung,” kata Abed. “Kami juga ingin memperkenalkan budaya ini kepada masyarakat luar agar semakin banyak yang menyadari betapa pentingnya menjaga warisan budaya yang ada.”

IMDM berkomitmen untuk terus mengedukasi dan melibatkan generasi muda dalam pelestarian budaya lokal. Mereka berharap upaya ini dapat mencegah tradisi begibung dari kepunahan dan memastikan warisan budaya ini tetap hidup di tengah arus globalisasi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Terjang Ombak Demi Iman: Kisah Penyuluh Agama di Pelosok

21 Januari 2026 - 23:24 WIB

Pebayuran Krisis Tanah, PT Dela Selamatkan Nasib Petani Bekasi

21 Januari 2026 - 13:09 WIB

Wabup Tulungagung: Isra’ Mi’raj Adalah Mesin Revolusi Mental Bangsa

21 Januari 2026 - 12:27 WIB

Kapolres Tulungagung Pilih ‘Jalur Spiritual’ Awali Masa Tugas

21 Januari 2026 - 03:46 WIB

Juragan Kos Jadi Penerima BLT: Mengapa Nepotisme Desa Masih Subur?

21 Januari 2026 - 00:07 WIB

Dandim Bekasi Terjang Banjir Kedungwaringin: TNI Pastikan Warga Aman

19 Januari 2026 - 21:20 WIB

Trending di SOSBUD