Barito Utara, Kalimantan Tengah [DESA MERDEKA] – Wajah Desa Mampuak II dan sembilan desa lainnya di Kecamatan Teweh Timur kini berubah drastis. Penantian panjang warga akan akses energi akhirnya tuntas melalui peresmian jaringan listrik desa 24 jam dan gedung serbaguna pada Selasa (31/12). Momentum ini bukan sekadar seremoni akhir tahun, melainkan simbol “kemerdekaan” dari kegelapan yang selama ini membatasi produktivitas masyarakat di pedalaman Barito Utara.
Pj Bupati Barito Utara, Muhlis, menegaskan bahwa kehadiran listrik adalah katalisator utama yang akan memutar roda perekonomian lokal secara lebih kencang. Dengan energi yang mengalir tanpa henti, sektor rumah tangga kini memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi unit usaha produktif.
“Listrik bukan lagi sekadar penerangan, tapi kunci pembuka akses informasi, pendidikan, dan pengembangan usaha. Ini adalah babak baru bagi kesejahteraan warga Teweh Timur,” ujar Muhlis saat meresmikan fasilitas tersebut di Desa Mampuak II.
Kolaborasi Strategis Demi Terang di Pedalaman
Keberhasilan proyek ini merupakan buah sinergi antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara, PT PLN, dan partisipasi aktif masyarakat. Plt Camat Teweh Timur, Abdul Gafur, melaporkan bahwa jaringan listrik kini telah menjangkau mayoritas desa di wilayahnya. Desa-desa seperti Liju, Sei Liju, Sampirang, hingga Mampuak II kini resmi keluar dari isolasi energi yang selama puluhan tahun menjadi penghambat pembangunan.
Pemerintah daerah memberikan apresiasi khusus kepada PT PLN yang mampu menaklukkan tantangan geografis demi membentang jaringan kabel di kawasan Teweh Timur. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup secara sosial, tetapi juga menaikkan indeks pembangunan manusia di tingkat desa.

Gedung Serbaguna: Sentral Inovasi Warga
Selain urusan energi, Desa Mampuak II kini memiliki gedung serbaguna baru sebagai pusat kegiatan komunal. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi wadah konsolidasi warga, mulai dari pelatihan keterampilan, pertemuan adat, hingga kegiatan sosial ekonomi lainnya.
Muhlis berpesan agar aset berharga ini dijaga dan dirawat dengan baik. Keberadaan gedung yang representatif ditambah suplai listrik yang stabil menjadi modal kuat bagi desa untuk berkembang secara mandiri. “Manfaatkan gedung ini untuk kepentingan bersama. Jangan biarkan fasilitas hebat ini menganggur tanpa ada inovasi dari warga,” tambahnya.
Melalui peresmian ini, Pemerintah Kabupaten Barito Utara optimistis bahwa kesenjangan antara desa dan kota akan semakin terkikis. Listrik yang menyala 24 jam adalah kado akhir tahun yang paling nyata untuk memacu kemajuan Teweh Timur di masa depan.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.