Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

JALAN JAJAN · 3 Jan 2026 12:30 WIB ·

Taman Cempulutan: Wisata Alam Baru di Desa Kramat Purbalingga


					Taman Cempulutan: Wisata Alam Baru di Desa Kramat Purbalingga Perbesar

Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Kabupaten Purbalingga kembali menghadirkan destinasi wisata alam yang memikat mata. Taman Cempulutan, yang terletak di Desa Kramat, Kecamatan Karangmoncol, kini resmi menjadi ruang rekreasi baru bagi wisatawan yang merindukan suasana pedesaan asri. Objek wisata ini menawarkan keindahan lanskap perbukitan yang hijau, hamparan sawah yang luas, serta udara sejuk khas pegunungan.

Berada di bawah pengelolaan BUMDes Krida Mukti, Taman Cempulutan dirancang sebagai tempat wisata keluarga yang serbaguna. Terletak persis di sebelah timur lapangan sepak bola desa, kawasan ini menyediakan area luas untuk berkemah (camping), bersantai, hingga berburu foto di spot-spot instagramable yang dikelilingi tanaman bunga warna-warni.

Fasilitas Nyaman dan Produk Unggulan Lokal
Salah satu daya tarik unik di lokasi ini adalah keberadaan masjid dengan konsep panorama alam terbuka. Fasilitas ini memungkinkan pengunjung untuk beribadah sekaligus beristirahat sambil menikmati pemandangan tanpa sekat dinding yang kaku.

Tidak hanya soal pemandangan, pengalaman berkunjung ke Taman Cempulutan semakin lengkap dengan hadirnya Kopi Sigotak. Kopi Robusta khas Desa Kramat ini merupakan produk unggulan lokal yang dikenal memiliki aroma tajam, rasa yang kuat, serta kandungan antioksidan tinggi. Menikmati secangkir kopi hangat di tengah suasana pedesaan menjadi aktivitas favorit bagi para pelancong yang singgah.

Suasana Taman Cempulutan di Desa Kramat, Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga, yang ramai dikunjungi wisatawan dengan latar perbukitan hijau dan fasilitas wisata berbasis alam. (nnc/ info purbalingga)

Integrasi Wisata dan Pemberdayaan Ekonomi
Kehadiran Taman Cempulutan bukan sekadar tempat hiburan, melainkan penggerak ekonomi warga Desa Kramat. Sebagai wisata berbasis pemberdayaan desa, seluruh pengelolaan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui BUMDes. Hal ini membuka peluang usaha baru, mulai dari sektor kuliner hingga jasa kepemanduan.

Menariknya, lokasi ini terintegrasi dengan destinasi populer lainnya, yaitu Bukit Siregol. Wisatawan yang berkunjung ke Taman Cempulutan dapat dengan mudah melanjutkan petualangan mereka menuju Bukit Siregol untuk menikmati aliran sungai kecil dan berbagai curug (air terjun) yang masih sangat alami.

Konsep wisata terpadu antara konservasi, petualangan, dan edukasi ini diharapkan mampu mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama di Purbalingga. Dengan dukungan fasilitas yang terus dikembangkan, Desa Kramat kini siap bersaing sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang ramah bagi keluarga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sisi Lain Benteng Fort Willem I: Edukasi Burung Hantu Eksotis

20 Januari 2026 - 18:33 WIB

Sihir Sejarah Ambarawa: Sendratari Babad Fort Willem I Digelar Rutin

18 Januari 2026 - 07:18 WIB

Le Jacques-Cartier: “Hotel Bawah Laut” Prancis Ubah Peta Wisata Indonesia

17 Januari 2026 - 16:55 WIB

Mentawai Bukan Sekadar Ombak: Turis Prancis ‘Sihir’ Siberut

16 Januari 2026 - 20:57 WIB

Stasiun Tuntang: Menghidupkan ‘Roh’ Kolonial Melalui Diplomasi Budaya

16 Januari 2026 - 17:04 WIB

Benteng Pendem Ambarawa: Jejak Kolonial yang Kini Bernafas Budaya

10 Januari 2026 - 10:21 WIB

Trending di JALAN JAJAN